Minggu, 19 Desember 2010

Memperingati Hari Ibu dengan 2 Film Dokumenter Terbaru: “Working Girls” dan “Conspiracy Of Silence”

[Rilis Pers]

"Hari Ibu tanggal 22 Desember 2010 nanti akan diperingati Kalyana Shira Foundation dengan mengadakan pemutaran dua film dokumenter terbaru secara gratis dan terbuka untuk umum"

Kalyana Shira Foundation bekerja sama dengan Komunitas Salihara mengadakan pemutaran film dokumenter “Working Girls” dan “Conspiracy Of Silence” yang akan dilaksanakan Rabu, 22 Desember 2010. Adapun pemutaran filmnya akan dimulai pukul 18.00 dengan memutarkan film Working Girls (123 menit) dan akan dilanjutkan pukul 20.30 dengan memutarkan film Conspiracy Of Silence (78 menit). Setelah sesi pemutaran film selesai akan dilanjutkan dengan diskusi bersama produser dan para sutradaranya.

Working Girls (Perempuan Pencari Nafkah) dan Conspiracy Of Silence (Konspirasi Hening) merupakan 2 film dokumenter yang diproduseri oleh Nia Dinata dan bercerita tentang bagaimana hubungan ibu dan anak yang berkorban serta berjuang untuk mendapatkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik.

Working Girls adalah film hasil karya sutradara - sutradara muda yang telah mengikuti program master class workshop Project Change! 2009, dimana workshop lebih difokuskan pada penggodokan konten yang adil gender. Sutradara-sutradara yang lolos seleksi berhasil bergabung dalam Working Girls adalah: Sally Anom Sari dan Sammaria Simanjuntak (cerita 5 Menit lagi ah..ah..ah), Anggi C. Noen (cerita Asal Tak Ada Angin), Daud Sumolang dan Nitta Nazyra C. Noer (cerita Ulfie Pulang Kampung) Mereka mengikuti kehidupan para protagonist dalam upaya masing-masing dalam bertahan hidup, menyiasati kemiskinan namun tetap memiliki impian-impian. Cerita dimulai dengan kisah remaja penyanyi dangdut 14 tahun, kemudian tentang janda pemain ketoprak 60 tahun sampai waria asal Aceh; karakter-karakter dalam Working Girls ini akan membawa kita semua pada kenyataan yang unik.

Conspiracy Of Silence adalah feature documentary yang disutradarai oleh Ucu Agustin yang mengangkat kisah tentang upaya pencarian akan kesehatan dan keadilan di bidang layanan kesehatan di Indonesia yang semuanya berakhir pada titik nol. Conspiracy of Silence yang teranyam dalam tubuh korps kedokteran di Indonesia telah begitu kuat, sedangkan hak pasien seolah sengaja didiamkan dan terbiarkan tanpa perlindungan oleh pemerintah. Perjuangan seorang anak perempuan yang berusaha mendapatkan keadilan bagi ibundanya yang telah menjadi korban malpraktek dituturkan melalui film ini. Begitu pula perjalanan yang penuh liku bagi seorang ibu dengan dua anak kembar balitanya yang telah menjadi korban malpraktek menjadi bagian dari film ini.

Pemutaran kedua film ini tidak dipungut biaya dan terbuka bagi siapa saja. Ini adalah upaya bagi film - film dokumenter agar bisa diakses lebih luas lagi oleh masyarakat umum. Bagi publik dan rekan media yang berminat menonton kedua film ini bisa mendaftarkan diri (nama, email dan no handphone) ke alamat email : admin.ksfo@kalyanashirafound.org dikarenakan kursi terbatas. Untuk keterangan pers lebih lanjut dapat menghubungi Sandie atau Ridla.


Silakan mention ke akun twitter: @project_change

Cuma Tulis Komentar Trailer di Wall Facebook 'Film Rindu Purnama' Berkesempatan Raih Paket Wisata ke Belitong!

sebuah film yang patut ditunggu kehadirannya tahun 2011, persembahan Mizan Productions untuk pencinta film Indonesia, merupakan karya perdana Mathias Muchus sebagai seorang sutradara.






FILM RINDU PURNAMA


Film ini memberikan kesempatan pada pencinta film Indonesia untuk meraih berbagai hadiah menarik di tahun depan. Ayo ikuti bersama!

Tulis komentar Anda terhadap Trailer Rindu Purnama, raih paket wisata ke Balitong untuk dua orang, Ipad, Blackberry, Tiket Gala Premier, Merchandise Rindu Purnama, ditunggu sampai 20 Februari 2011. Buruan!

Caranya gampang:
Tuliskan komentar yang menarik mengenai trailer film Rindu Purnama di wall:
www.facebook.com/filmRinduPurnama

Youtube: Trailer Rindu Purnama

Kunjungi: www.filmrindupurnama.com




*klik gambar untuk informasi lebih jelas

Film Indonesia di tahun 2011, semakin seru!

Tetap cintai film Indonesia dulu, kini dan nanti...

Kamis, 16 Desember 2010

"Ada Cinta di Hati" film televisi arahan sutradara layar lebar Rudi Soedjarwo


Film Televisi
Ada Cinta di Hati
Sutradara: Rudi Soedjarwo


Aliana, Nadya dan Riri adalah tiga sahabat yang secara kebetulan mengalami bentrokan dengan kelompok sahabat lain, Pricille, Katy dan adik Katy, Tessa gara-gara rebutan sebuah tas di pertokoan. Bentrok kecil ternyata berkembang menjadi persaingan sengit, mulai dari Pricille dan Aliana yang sama-sama berusaha supaya menjadi cewek yang dipanggil ke atas panggung oleh penyanyi Ello, sampai dengan persaingan professional, karena ternyata Aliana dan Pricille yang baru mulai merintis karir sebagai model iklan adalah kompetitor dalam sebuah audisi.

Namun persaingan di antara kedua kelompok ini akhirnya mencair, berubah menjadi persahabatan. Tidak berhenti disitu, permasalahan juga terjadi didalam persahabatan mereka. Mulai dari Ibu Nadya dan Iwan, Pacar Nadya yang merasa khawatir teman-teman Nadya yang berasal dari keluarga berada akan memaksa Nadya untuk berusaha mengikuti gaya hidup mereka, hingga Katy yang memutuskan untuk pergi melanjutkan kuliah di Australia karena patah hati.

Tiga tahun berlalu Aliana dan Pricille sudah menjadi model terkenal namun Pricille merasa Aliana selalu berada diatasnya. Hingga puncaknya, terungkap bahwa karir Aliana terancam hancur karena ulah Pricille. Selain itu Pernikahan Aliana pun terancam batal karena Jojo, tunangan Aliana ternyata adalah Mantan pacar Katy yang membuatnya patah hati hingga meninggalkan Indonesia. Jojo pun bimbang, siapa yang akan ia pilih, apakah Katy atau Aliana? Apalagi Katy dan Aliana sama-sama tidak mau menyakiti perasaan satu sama lain.

Apakah betul ini adalah kesempatan kedua bagi Jojo dan Katy untuk melanjutkan apa yang sebelumnya terputus karena pihak lain? Apakah pihak lain itu adalah Tessa atau Riri yang selama ini sudah menjadi sahabat mereka sendiri? Apakah persahabatan mereka harus dikorbankan hanya demi karir dan cinta?



Rekomendasi @film_indonesia:
Film televisi dengan penggarapan produksi film arahan sutradara ternama, Rudi Soedjarwo, yang terkenal dengan karya fenomenal 'Ada Apa Dengan Cinta'

Patut dan Layak ditunggu di RCTI, Senin 20 Desember 2010, pukul 22.00
Akan ada #nobar_di_timeline @film_indonesia

Tweet us dengan hashtag (silakan pilih):
#AdaCintaDiHati #FilmTelevisi #RudySudjarwo #FTVClear

Informasi lengkap juga bisa dibaca di www.clearsoftandshiny.com

Best regards,
Editor-in-Chief

Tetap cintai karya film Indonesia dulu, kini dan nanti...

Selasa, 14 Desember 2010

[ Rilis Pers ] KHALIFAH, film perdana 2011


K H A L I F A H
Film Karya Nurman Hakim


Press rilis dari situs resmi:
www.khalifahfilm.com



Kekuatan seorang perempuan menghadapi diskriminasi, cinta dan penghianatan.


Sebuah film karya sutradara Nurman Hakim, produksi bersama TriXimages bersama Frame Ritz Pictures, segera diluncurkan dalam pemutaran perdana pada 5 Januari 2011 dan akan beredar di bioskup-bioskup di seluruh Indonesia mulai 6 Januari 2011. Film ini mengangkat kisah seorang perempuan bernama Khalifah yang tiba-tiba berada dalam posisi sangat sulit karena menikah dengan seorang laki-laki bernama Rasyid yang sebelumnya tak begitu dia kenal. Suatu pernikahan yang dilandasi oleh niat tulus dan cinta yang polos serta semangat pengabdian yang sederhana.

Khalifah yang bekerja di sebuah salon kecantikan harus menghadapi suaminya yang ternyata menganut ajaran Islam” garis keras”. Selain itu, Khalifah juga tidak mengetahui secara persis kegiatan dan dunia Rasyid di luar rumah. Dalam kehidupan masyarakat tempatnya tinggal, Khalifah juga mengalami ketidak nyamanan karena sikap kaum lelaki yang cenderung kurang menghargai perempuan.

Sebagai istri dari seorang suami penganut Islam ”garis keras” akhirnya Khalifah mengenakan kerudung atau cadar yang hanya memperlihatkan bagian matanya. Pakaian yang menjadi identitas barunya itu ternyata telah membuatnya tereksklusi dari lingkungannya. Tapi pada saat yang sama diam-diam dia menemukan semacam ”kebebasan” karena dengan pakaiannya itu dia dapat melihat orang lain dari sudut pandang yang berbeda.

Sementara itu hubungannya dengan Yoga, tetangga depan rumahnya membentuk dunia lain bagi dirinya, memberikan warna yang lain dalam hidup Khalifah. Yoga yang berusaha memahami Khalifah dengan cadarnya, adalah representasi dari cinta yang tidak memandang fisik semata.

Khalifah mengalami komplikasi psikologis dan sosial akibat identitas barunya itu. Suatu komplikasi yang membuat dirinya semakin sulit menemukan siapa dirinya yang sebenarnya dan bagaimana sosok, karakter, pikiran serta dunia Rasyid. Dia juga kian sulit memahami apa arti agama. Identitas baru itu terkadang menjadi semacam ruang ”perlindungan”, tapi pada saat lain menjadi tembok yang membuatnya terasing dari dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar.

Film ini hendak menilik fenomena Islam ”garis keras” yang selalu muncul di dunia Islam kapan pun dan di mana pun, termasuk di Indonesia. Suatu ajaran yang cenderung eksklusif dan mendapat banyak tantangan dari kelompok-kelompok lain di dalam masyarakat Indonesia yang plural. Suatu fenomena yang kadang menimbulkan pertentangan, konflik, bahkan juga benturan yang sangat keras.

Bagaimana pun masalah fundamentalisme agama merupakan masalah yang kian meluas dan menimbulkan berbagai persoalan sosio-kultur yang semakin pelik. Film ini mengangkat masalah tersebut melalui sudut pandang dari orang-orang yang terlibat atau berada di dalam kelompok ”garis keras” tersebut. Yakni suatu tilikan ”dari dalam” sehingga dapat melihat berbagai dimensi persoalan secara lebih jernih dan komprehensif.

Film ini dibintangi oleh Marsha Timothy yang memerankan Khalifah, Indra Herlambang (Rasyid), Ben Joshua (Yoga) dan beberapa bintang pendukungnya, Jajang C Noer, Titi Sjuman dan Yoga Pratama. Penata Kamera ditangani oleh Agni Ariatama, penata musik oleh Djaduk Ferianto, editing oleh Mujibur Rahman dan Nurman Hakim.

Sutradara Nurman Hakim yang sekaligus bertindak sebagai penulis skenarionya adalah salah satu sutradara generasi baru Indonesia lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan mayor penyutradaraan film. Sebelumnya ia telah membuat film tentang dunia pesantren, yakni film 3 Doa 3 Cinta (dibintangi Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, Butet Kertajasa dan Yoga Pratama).

Film tersebut berhasil mendapatkan script development fund dari institusi film internasional seperti Global Film Initiative (Amerika), Goteborg Film Fund (Swedia) dan Fonds Sud (Perancis). Juga beberapa penghargaan lainnya, termasuk tujuh nominasi Festival Film Indonesia 2008, Grand International Jury Prize di Vesoul International Film Festival (Perancis) 2008 dan Best Film di Jakarta International Film Festival 2009. Film tersebut lolos seleksi dan diputar di festival-festival film international seperti di Dubai 2008, Goteborg 2009, Pusan 2008, South by South International Film Festival di Norwegia dan Asia Pacific Screen Awards, Australia 2009, dan lainnya.

Film Khalifah ini diproduksi oleh TriXimages bersama Frame Ritz Pictures. TriXimages adalah sebuah Production House yang diprakasai oleh Nan Achnas dan Nurman Hakim yang telah memproduksi film panjang, dokumenter dan film pendek, antara lain film anak-anak berjudul Bendera yang masuk seleksi di ajang kompetisi Tokyo International Film Festival 2003; The Photograph, co-produksi dengan Orange-Waterland, Salto Films dan Le Petite Lumiere, Perancis. Film tersebut telah berhasil memenangi The Prince Claus Film Fund, Goteborg Film Fund dan The Swiss Film Fund, dan diseleksi untuk international premiere di Pusan International Film Festival 2007 serta telah memenangi berbagai festival film internasional termasuk Karlovy-Vary International Film Festival 2008; 3 Doa 3 Cinta yang mendapatkan banyak penghargaan di dalam dan luar negeri seperti penghargaan Grand Jury prize di Vesoul International Film Festival Perancis - 2009 dan juga Best Film di Jakarta International Film Festival 2009

Sementara Frame Ritz telah menghasilkan berbagai sinetron serial, film televisi dan miniseri yang banyak dan disukai masyarakat Indonesia. Frame Ritz Pictures juga telah meluncurkan film layar lebar Rahasia Bintang (2008) dan kemudian film Kembang Perawan (2009). Film Khalifah diproduseri oleh Nan Achnas, Rieta Amilia, Nurman Hakim dan Sentot Sahid.

Kehadiran film Khalifah akan turut memperkaya khazanah perfilman Indonesia, khususnya film berlatar belakang kehidupan agama - dalam hal ini agama Islam - yang akhir akhir ini banyak muncul. Film ini melihat konteks kehidupan agama dalam dimensi-dimensi yang lebih mendasar sehingga memberikan pengayaan dan pencerahan cara pandang kita, tak hanya terhadap masalah kehidupan Islam, tapi lebih luas dari itu juga terhadap masalah kebangsaan negeri Indonesia tercinta ini. ***


Rekomendasi:
Sebuah film dengan tema unik yang patut ditunggu di layar lebar di awal tahun 2011. Saksikan mulai 6 Januari 2011!


Tetap cintai film Indonesia dulu, kini dan nanti...

Senin, 06 Desember 2010

Pernyataan Sikap IKAFI

PERNYATAAN SIKAP
IKATAN ALUMNI FAKULTAS FILM DAN TELEVISI - INSTITUT KESENIAN JAKARTA
(IKAFI)


MENGINGAT:

1. Bahwa Ikatan Alumni FFTV-IKJ adalah organisasi yang mewadahi seluruh kepentingan Alumni FFTV-IKJ

2. Bahwa Alumni FFTV-IKJ adalah salah satu stakeholder industri perfilman nasional

3. Bahwa Alumni FFTV-IKJ berkepentingan dengan FFI yang jujur dan kredibel sebagai lembaga yang memberikan penghargaan piala Citra sebagai tolok ukur supremasi kreatifitas film nasional

MENIMBANG:

1. Bahwa telah terjadi kemelut pelaksanaan Festival Film Indonesia 2010 yang ditandai dengan:

a. Pemberhentian Dewan Juri FFI 2010 pimpinan Jujur Prananto
b. Pengunduran diri Niniek L. Karim sebagai Ketua KFFI
c. Pelaksanaan FFI 2010 menjadi polemik di media massa dan masyarakat

2. Bahwa poin 1 a, b dan c diatas menimbulkan opini yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap industri film nasional

3. Bahwa kami Alumni FFTV-IKJ sebagai elemen sumber daya kreatif dalam sistem industri film di Indonesia merasa dirugikan atas penyelenggaraan FFI 2010 yang tidak profesional sehingga mengakibatkan runtuhnya kewibawaan dan legitimasi piala Citra yang merupakan hak pekerja film yang berprestasi


MEMUTUSKAN:

IKATAN ALUMNI FAKULTAS FILM DAN TELEVISI - INSTITUT KESENIAN JAKARTA (IKAFI) MENYATAKAN MOSI TIDAK PERCAYA ATAS PENYELENGGARAAN FFI 2010



Jakarta, 6 Desember 2010


Arief R. Pribadi
Ketua Umum Ikatan Alumni FFTV-IKJ (Ikafi)


Dewan Pertimbangan Organisasi:

1. Enison Sinaro (Ketua)
2. M. Ainun Ridho (Anggota)
3. Abdullah Yuliarso (Anggota)
4. Arturo GP (Anggota)
5. Deni HW (Anggota)

Minggu, 05 Desember 2010

Indonesian Feature Film Competition 2010 - JIFFEST 2010

Indonesian Feature Film Competition 2010

Dari 10 judul film pilihan IFFC, berikut 4 pemenangnya:
RT @jiffest:

[1] The winner of Best Film in IFFC 2010 is ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI by Deddy Mizwar

[2] The winner of Best Director in IFFC 2010 is Lola Amaria for her film MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK

[3] The winner of Special Jury Prize of IFFC 2010 is SANG PENCERAH by Hanung Bramantyo

[4] The winner of Audience Award IFFC 2010 is RUMAH DARA by the Mo Brothers


Congratulation to all winners!
See you on IFFC - JIFFEST 2011!

Daftar Nominasi FFI 2010

NOMINASI FFI 2010


Nominasi film cerita panjang FFI 2010 dibacakan di sela-sela acara musik DahSyat, RCTI, Jumat (3/12/2010). Pengumuman pemenang FFI 2010 akan digelar di Ballroom Central Park, Jakarta Barat, Senin (6/12/2010), dan akan disiarkan langsung oleh RCTI:

Nominasi kategori film cerita panjang FFI 2010:

1. Film Cerita Panjang:

3 Hati 2 Dunia 1 Cinta
7 Hati 7 Cinta 7 Wanita.
Alangkah Lucunya Negeri ini
I Know What You Did On Facebook
Minggu Pagi di Victoria Park.

2. Penyutradaan:

Angga Dwimas Sasongko (Hari Untuk Amanda)
Awi Suryadi (I know What You Did On Facebook)
Benni Setiawan (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Deddy Mizwar (Alangkah Lucunya Negeri ini)
Lola Amaria (Minggu Pagi di Victoria Park)

3. Pemeran Utama Wanita:


Titi Sjuman (Minggu Pagi di Victoria Park)
Laura Basuki (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Tika Bravani (Alangkah Lucunya Negeri ini)
Jajang C Noer (7 Hati 7 Cinta 7 Wanita)
Fanny Fabriana (Hari Untuk Amanda)

4. Pemeran Utama Pria:

Reza Rahardian (Alangkah Lucunya Negeri ini)
Reza Rahardian (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Oka Antara (Hari Untuk Amanda)
Edo Borne (I know What You Did On Facebook)
Lukman Sardi (Red Cobex)

5. Pemeran Pendukung Pria:

Asrul Dahlan (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
Deddy Mizwar (Cinta 2 Hati)
Jaja Miharja (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
Rasyid Karim (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Tio Pakusadewo (Alangkah Lucunya Negeri Ini)

6. Pemeran Pendukung Wanita:

Ella Hamid (Minggu Pagi di Victoria Park)
Happy Salma (7 Hati 7 Cinta 7 Wanita)
Henidar Amroe (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Kimmy Jayanti (I Know What You Did On Facebook)
Intan Kiflie (7 Hati 7 Cinta 7 Wanita)

7. Skenario Cerita Asli dan Adaptasi:

Alberthiene Endah & Awi Suryadi (I Know What You Did On Facebook)
Benni Setiawan (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Musfar Yasin (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
Robby Ertanto Soediskam (7 Hati 7 Cinta 7 Wanita)
Salman Aristo (Hari Untuk Amanda)
Titien Wattimena (Minggu Pagi di Victoria Park)

8. Tata Sinematografi:

Roby Herby (I know What You Did On Facebook)
Roy Lolang (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Suadi Utama (Heartbreak.com)
Yadi Sugandi (Minggu Pagi di Victoria Park)
Yadi Datau (Alangkah Lucunya Negeri ini)

9. Tata Artistik:

Anes (Cinta 2 hati)
Djulfikar Thaib (Hari untuk Amanda)
Ghoeteng Iku Ahkin (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
Oscart Firdaus (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Windu (I Know What You Did On Facebook)

10. Penyuntingan:

Aline Jusria (Minggu Pagi di Victoria Park)
Andhy Pulung (Hari Untuk Amanda)
Ramantyo Wicaksono (I Know What You Did On Facebook)
Tito Kurnianto (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
Wawab I. Wibowo (Red Cobex)

11. Tata Suara:

Adiatyawan Susanto & Novi Dwi R Nugroho (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
Adityawan Susanto & Djoko Setiadi (Hari Untuk Amanda)
Hadi Ilfat & Satrio Budioni (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
Khikmawan Santosa (I Know What You Did On Facebook)
Khikmawan Santosa (Heartbreak.com)

12. Tata Musik:

Andhika Triyadi (Hari Untuk Amanda)
Ian Antono & Thoersi Argeswara (Alangkah Lucunya Negeri ini)
Nathanael (7 hati 7 Cinta 7 Wanita)
Ricky Lionardi (I Know What You Did On Facebook)
Thoersi Argeswara (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta).


eny/eny)
Jumat, 03/12/2010 12:45 WIB
Daftar Nominasi FFI 2010
Komario Bahar - detikMovie

Rabu, 24 November 2010

#Cameo di Film Indonesia

SEKILAS LINTAS, NAMUN TETAP BERKESAN!
Itulah perumpamaan cameo dalam sebuah film.
Sedikit, namun tetap diingat oleh #PecintaFilmIndonesia


Apa itu #Cameo ?
----------

@lalatimothy
#cameo adalah penampilan orang terkenal, bisa sebagai dirinya atau sebagai character. Beda dengan guest appearance, yang dikenalkan sebagai dirinya.

----------
Kreator & Pesohor yang pernah menjadi Cameo


JOKO ANWAR
Mereka Bilang Saya Monyet
LOVE - jadi teman Luna Maya
Quickie Express!
Janji Joni
Rumah Dara - jadi pengunjung cafe
Gara-Gara Bola
Cinta Setaman - pembeli DVD bajakan


HANUNG BRAMANTYO
Tarix Jabrix - jadi pengunjung bengkel, disangka Saipul Jamil
SKJ - jadi pembersih toilet
Perempuan Berkalung Sorban - jadi pekerja kantor pos
Get Merried 2
Lentera Merah


INDRA HERLAMBANG
Hari Untuk Amanda


LUKMAN SARDI
Laskar Pelangi


WIMAR WITOELAR
Claudia/Jasmine


DIAN SASTROWARDOYO
Arisan


CATHERINE WILSON
Ungu Violet


RUBEN ELISHAMA
Quickie Express!


INDRA BEKTI
Get Merried 2 - jadi Dokter Gila


AMING
Berbagi Suami - jadi supir taksi


EROS - Sheila On 7
30 Hari Mencari Cinta


GIGI
Bebek Belur


PETERPAN
Seventeen


RAFI AHMAD
Lovely Luna


ATI CANSER
Fiksi


JULIA PEREZ
Naga Bonar Jadi 2


-------
Film Indonesia yang banyak menghadirkan cameo

JANJI JONI
Tora Sudiro - jadi Lelaki di toilet
Winky Wiryawan - jadi Lelaki di toilet
Joko Anwar


ARISAN
Dian Sastrowardoyo


BERBAGI SUAMI
Maudy Koesnaedy
Aming


QUICKIE EXPRESS
Joko Anwar


COKLAT STROBERI
Luna Maya
Julia Perez
Vino G Bastian
Fauzi Baadila


30 HARI MENCARI CINTA
Sheila On 7
Kemal

--------
Terima kasih kepada #PecintaFilmIndonesia yang berbagi tweet untuk hashtag #cameo

@agoesdjam @TheOxhide_L9 @DennyDenox @Dikyanto @apradz @wirasantana @luqluqman @jackysyarif @haiicha @zky_jacobs @KaharudinFahmi @UciLovy @riniast @delontio @Vebrianz @ajibagoes @zupz2 @omDennis @aditiabernawie @sossisagaya @budimandjatmiko @teethakumi @dedienpratama @ateqahmad @R13ZQ @winnywitana @cepeng @miyatakem @VITAmin_20 @gusmuh_apidin @febybd @babebasri


Catatan #cameo ini masih jauh dari sempurna, mari bergotong royong melengkapinya. Silakan tweet dan mention @film_Indonesia, atau tulis dibagian comment posting ini. Itulah menariknya #FilmIndonesia, tak pernah habis untuk selalu dibicarakan :)

Have a good day!

Salam pecinta film Indonesia,
Editor-in-Chief


#IndonesiaBangga
Tetap cintai film Indonesia dulu, kini & nanti

#IFFC 8 Selected #FilmIndonesia in Jiffest 2010

#IFFC
INDONESIAN FEATURE FILM COMPETITION
by JIFFEST


2006
- DENIAS SINGING ON THE CLOUDS – Denias Senandung di Atas Awan (Best Feature)
- Rudy Soedjarwo for 9 DRAGONS – 9 Naga (Best Director)
- OPERA JAWA (Special Jury Prize)


2007
- 3 DAYS TO FOREVER – 3 Hari Untuk Selamanya (Best Feature)
- Deddy Mizwar for NAGABONAR 2 – Nagabonar Jadi 2 (Best Director)


2008
- QUICKIE EXPRESS (Best Feature)
- Mouly Surya for FICTION – fiksi. (Best Director)


2009
- 3 WISHES 3 LOVES – 3 Doa 3 Cinta (Best Feature)
- Edwin for BLIND PIG WHO WANTS TO FLY – Babi Buta Yang Ingin Terbang (Best Director)
- THE FORBIDDEN DOOR – Pintu Terlarang (Special Jury Prize)
- cin(T)a (Audience Award)


2010
#BookYourAgenda to re-watch this special movies on 26 Nov - 3 Dec 2010 at Blitzmegaplex, Pacific Place on 17.00. FREE! Tickets are available 1 hour before the show for 128 seats. Be there!


1
Tanah Air Beta (My Motherland)
Ari Sihasale
26-Nov-10 Blitz PP Audi 6 17.00 128


2
3 Hati 2 Dunia 1 Cinta (3 Hearts 2 Worlds 1 Love)
Benni Setiawan
27-Nov-10 Blitz PP Audi 6 17.00 128


3
Minggu Pagi di Victoria Park (Sunday Morning in Victoria Park)
Lola Amaria
28-Nov-10 Blitz PP Audi 6 17.00 128


4
Sang Pencerah (The Enlightened One)
Hanung Bramantyo
29-Nov-10 Blitz PP Audi 6 17.00 128


5
Alangkah Lucunya Negeri Ini (How Funny (Our Country Is))
Deddy Mizwar
30-Nov-10 Blitz PP Audi 1 17.00


6
Sang Pemimpi (The Dreamer)
Riri Riza
1-Dec-10 Blitz PP Audi 6 17.00 128


7
Rumah Dara (Macabre)
The Mo Brothers
2-Dec-10 Blitz PP Audi 6 17.00 128


8
Emak Ingin Naik Haji (Emak Longs For Hajj)
Aditya Gumay
3-Dec-10 Blitz PP Audi 6 17.00 128 seat


Who will win the #IFFC 2010?

BEST FEATURE 2010
BEST DIRECTOR 2010



Follow @jiffest for more information.


#IndonesiaBangga
Tetap Cinta Film Indonesia dulu, kini dan nanti...

Selasa, 23 November 2010

20 Judul #FilmIndonesia Naik Layar di 2011 ( hashtag #Film2011 )

Salah satu 'trending topic' di timeline @film_Indonesia pada hari Rabu 23 November 2011 adalah mengenai apa saja judul film yang akan naik layar pada tahun 2011. Hasil 'gotong royong' bersama dari para #PecintaFilmIndonesia, akhirnya tersebutlah 20 Judul film berikut ini, lengkap dengan akun twitter Kreator atau Pesohor yang terlibat dalam produksi tersebut(random):


1.
Belenggu
Sutradara: Upi (@upirocks)


2.
Berandal
Sutradara: Gareth Evans (@ghuevans)
Genre: Action
Melibatkan banyak talent internasional, sehingga harus ditunda penyelesaian produksinya, akan didahului oleh "Serbuan Maut'


3.
Bumi Manusia
Sutradara: Riri Riza (@rizariri)
Production: Miles Films (@mirles)
Genre: Drama


4.
Catatan Si Boy
@catatan_si_boy
Genre: Drama


5.
Dalam Mihrab Cinta
Sutradara: Kang Abik
Genre: Drama, Islami


6.
Eksekutors
Sutradara: Joko Anwar (@jokoanwar)
Production: LifeLike Pictures (@lalatimothy)
Genre: Horror/thriller


7.
Hati Merdeka
Sutradara: Yadi Sugandi (@dopyadi)
Genre: Drama, War Movie
Bagian terakhir dari trilogi Merah Putih (2009) dan Darah Garuda (2010). Diputar sekitar bulan Mei/Juni 2011


8.
Inggit
Sutradara: Benni Setiawan
Production: Mizan Productions
Genre: Biopik


9.
Killers
Sutradara: The Mo Brothers (@themobrothers)
Genre: Thriller


10.
Negeri 5 Menara
Skenario: Salman Aristo (@salmanaristo)
Genre: Drama, Islami
Novel laris yang akan difilmkan!


11.
Rindu Purnama
Sutradara: Mathias Muchus
Production: Mizan Productions
Genre: Drama, Anak
Film perdana Mathias Muchus sebagai sutradara!
Direncanakan naik layar bulan Februari 2011


12.
Ronggeng Dukuh Paruk


13.
Rumah Tanpa Jendela
Sutradara: Aditya Gumay
Cerita: Asmanadia (@asmanadia)
Genre: Drama
Naik layar sekitar bulan Februari 2011


14.
Sang Penanda
Sutradara: Hanung Bramantyo (@hanungbramantyo)
Genre: Drama
Sekuel-nya 'Sang Pencerah'. Benarkah? :)


15.
Serbuan Maut
Sutradara: Gareth Evans (@ghuevans)
Casts: Iko Uwais (@ikouwais)
Genre: Action
Akan dirilis lebih awal sebelum 'Berandal'


16.
Serdadu Kumbang
Sutradara: Ari Sihasale
Production: Alenia Pictures (@aleniaPictures)
Genre: Drama, Anak
Casts: Lukman Sardi (@lukmansardi)


17.
Simfoni Luar Biasa
Sutradara: Awi Suryadi (@awisuryadi)
Production: Nation Pictures (@delontio)
Genre: Drama, musikal
Cast: Christian Bautista (@xtianbautista), Gista Putri (@gistaputri), Ira Maya Sopha, Ira Wibowo, Verdi Solaiman (@verdi3699), Maribeth


18.
Bung Karno
Sutradara: MT Risjaf
Production: Agung Morodadi Production
Genre: Biopic


19.
Surat Kecil Untuk Tuhan
Genre: Drama
Cerita: Agnes Davonar (@agnesdavonar)
Diangkat dari novel best seller, direncanakan tayang tanggal 14 Februari 2011


20.
Miasma
Genre: Thriller
Mengklaim sebagai film zombie pertama di Indonesia! Kita tunggu.


Daftar Film akan naik layar di tahun 2011 diatas baru berdasarkan tweet awal kemarin, masih butuh banyak penyempurnaan dari segenap informasi yang ditweet #PecintaFilmIndonesia.

Masih banyak rumah produksi maupun sutradara ternama yang belum kita ketahui akan memproduksi judul film apa di tahun depan. Bagi yang sudah tahu, ayo segera mention @film_indonesia! Beri hashtag #Film2011. Mari kita bergotong royong melengkapi daftar film akan datang di tahun depan! Jadi pas akhir tahun, kita sudah bisa rencanakan akan menonton film apa saja! #Semangat #Optimis


#IndonesiaBangga
Tetap Cintai Film Indonesia dulu, kini dan nanti....

Kamis, 18 November 2010

#PecintaFilmIndonesia menembus angka 10.000!

Dear #PecintaFilmIndonesia,

Siang ini sekitar pukul 12.30 saat waktunya makan siang, 18 November 2010, akun twitter @film_Indonesia sudah menembus angka 10,000! Malam ini, saat posting untuk blog OfficialFilmIndonesia, tercatat 10,019 pecinta Film Indonesia yang senantiasa setia dan dengan suka cita mengikuti setiap update informasi yang di-tweet dari @film_Indonesia.

Suatu kebahagiaan, kebanggaan dan rasa ucap syukur tersendiri yang ingin saya sampaikan pada semua pecinta Film Indonesia dan Sang Maha Pencipta. Amin.

Sejak pertama mengudara di dunia maya, 26 Desember 2009, akun twitter ini memang diperuntukan bagi pecinta film Indonesia yang ingin mengapresiasi karya sebuah film Indonesia. Serta @film_Indonesia juga memposisikan diri menjadi media bagi kreator dan pesohor perfilman Indonesia untuk mengkomunikasikan karya terbarunya pada pecinta Film Indonesia.

Tidak mudah untuk menciptakan suasana kondusif dalam mengapresiasi karya film Indonesia di tengah masih adanya sikap penonton yang pesimis pada karya sineas lokal ini. Seringkali penonton 'hit & run' ini cenderung men-generalisir semua film Indonesia adalah film bergenre sensasi-kontroversi-horor/komedi-esek-esek. Di awal keberadaannya, sering sekali akun ini menerima mention yang cenderung hanya melihat film Indonesia yang kurang dari segi kualitas, namun berlebihan dari sisi sensasi. No way! Media ini tidak akan menyerah pada pengkomentar sekilas lalu seperti itu. Dengan lebih dari 10,000 pecinta Film Indonesia saat ini, @film_indonesia yakin bahwa film Indonesia selalu mempunyai tempat di hati pecintanya. Topik film Indonesia adalah pembicaraan yang selalu hangat dan enak dibicarakan sepanjang masa. Dulu, kini, nanti dan seterusnya.

Saat ini, menjelang penghujung 2010, tentu topik hangat yang dibicarakan adalah ajang klasik yang selalu penuh cerita, Festival Film Indonesia. Juga ada ajang alternatif Jiffest yang mempunyai pilihan tersendiri untuk filmnya tahun ini. Seberapa seru ajang ini nantinya? Masih kita tunggu tanggal mainnya.

Dengan angka 10,000 pecinta film Indonesia ini, diharapkan mampu menciptakan suasanya yang saling mendukung untuk menciptakan industri Film Indonesia yang tengah bergeliat bangkit dengan semangat dan optimis-nya. Pecinta film Indonesia bukan hanya objek yang menonton, namun juga merupakan subjek yang akan mengapresiasi karya setiap kreator dan pesohor film Indonesia.

Loyalitas semangat ini yang diperlukan untuk selalu punya spirit akan mencintai film Indonesia dulu, kini dan nanti!

Tetap Optimis!


Salam cinta film Indonesia,
Editor-in-Chief @film_Indonesia

Jumat, 12 November 2010

Seputar FFI 2010


Berikut adalah 10 Film yang akan ikut penjurian Film Panjang FFI 2010 (alphabetical order):


3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta

7 Hati 7 Cinta 7 Wanita

Alangkah Lucunya Negeri Ini

Cinta 2 Hati - Dilema

Hari untuk Amanda

Heartbreak.com

I Know What You Did on Facebook

Minggu Pagi di Victoria Park

Red Cobex

Sehidup (Tak) Semati


Pengumuman Nominasi: Batam, 3 Desember 2010
Malam Anugrah FFI 2010: Jakarta, 17 Desember 2010
Stasiun TV: RCTI


News dari www.kompas.com
"Sang Pencerah" Tak Lolos FFI 2010 Jumat, 12 November 2010 | 18:34 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Keberhasilan yang dicapai Sang Pencerah sebagai film terlaris 2010 rupanya tak menjamin masuknya film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu ke Festival Film Indonesia 2010 atau FFI 2010 yang akan diadakan pada bulan Desember.

Film yang berhasil menarik 1,1 juta penonton itu dianggap tak memenuhi kriteria sebagai film yang utuh. "Upaya untuk mengangkat biografi orang besar memang perlu dihargai dengan harapan memberi inspirasi kepada penontonnya. Tapi, sayang, biografi yang dimaksud baru sampai pada penggambaran peristiwa-peristiwa penting sang tokoh," kata Ketua Komite Seleksi FFI 2010 Viva Westi di hadapan pers di Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Menurut Viva, "Sang Pencerah belum bisa menghadirkan visi dan tafsir yang lebih terbuka mengenai kompleksitas karakter yang diangkat berkait dengan semangat zaman ketika sang tokoh hidup dan benang merahnya dengan kekinian."

Penegasan ini juga disampaikan oleh anggota komite seleksi, Abduh Aziz. Menurutnya, sebagai sebuah film yang terikat sejarah, banyak hal yang tak terungkap. "Sebagai sebuah film yang utuh, film ini tidak memenuhinya. Banyak data sejarah yang meleset," ujarnya.

Tahun ini, delapan film cerita panjang telah ditetapkan untuk ikut ambil bagian dalam FFI 2010 mendatang. Kedelapan film itu untuk kemudian dipilih oleh Dewan Juri Film Cerita Panjang yang beranggotakan Marselli Sumarno, Seno Gumira Adjidarma, Nur Hidayat, Salim Said, Anto Hoed, Rima Melati, dan Jujur Prananto. Adapun film-film yang dinyatakan lolos adalah 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta; Alangkah Lucunya Negeri Ini; Minggu Pagi di Victoria; Hari untuk Amanda; 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita; Cinta 2 Hati - Dilema; I Know What You Did on Facebook; dan Heartbreak.com.

Pada penyelenggaran FFI 2010 ini, 62 film mendaftar. Dari jumlah tersebut, 54 film dinyatakan ikut seleksi. Satu film didiskualifikasi karena satu dari dua sutradaranya berkewarganegaraan asing.

Penulis: EH | Editor: Ati Kamil |
Tulisan diatas dari link berikut ini:
http://entertainment.kompas.com/read/2010/11/12/18345961/Sang.Pencerah.Tak.Lolos.FFI.2010



Data dari www.kkffi.co.id
Berikut Daftar Film Peserta FFI 2010 Kategori Film Bioskop :

1. 18+ TRUE LOVE NEVER DIES Produksi PT. Kharisma Starvision Plus

2. 3 HATI 2 DUNIA 1 CINTA Produksi PT. Mizan Productions

3. 7 HATI 7 CINTA 7 WANITA Produksi MNC Pictures

4. ADA KAMU, AKU ADA PT.Maxima Entertaintment

5. AFFAIR Produksi PT. Kharisma Starvision Plus

6. Al LOP YU PUL Produksi Maleo Pictures

7. AIR TERJUN PENGANTIN Produksi Maxima Pictures

8. AKIBAT PERGAULAN BEBAS Produksi Mitra Pictures

9. ALANGKAH LUCUNYA NEGRI NEGERI INI Produksi PT. Demi Gisela Citra Sinema

10. ARISAN BRONDONG Produksi PT. Maxima Entertainment

11. BUKAN MALIN KUNDANG Produksi Rapi Films

12. DARAH GARUDA Produksi Internasional Margate House Films

13. DEMI DEWI Produksi Magma Entertainment

14. D'LOVE Produksi PT. Bintang Timur Films

15. GEBY DAN LAGUNYA Produksi Batavia Pictures

16. GLITCH TERSESAT DALAM WAKTU Produksi Dapoer 771

17. HARI UNTUK AMANDA Produksi MNC Pictures

18. HEART 2 HEART Produksi PT. Nismasyati Productions

19. HEARTBREAK.COM Produksi One Star Productions

20. KUTUNGGU JANDAMU Produksi PT. Maxima Entertainment

21. LASKAR PEMIMPI Produksi PT. Kharisma Starvision Plus

22. LIHAT BOLEH PEGANG JANGAN Produksi Maxima Pictures

23. LOVE AND EDELWEIS Produksi PT. Putra Cipta Karya

24. LOVE IN PERTH PT. M.D. Entertainment

25. LOVE STORY Produksi PT. Kharisma Starvision Plus

26. MALING KUTANG PT. Maxima Entertaintment

27. MATI SURI Produksi PT. Maxima Entertainment

28. MENCULIK MIYABI Produksi PT. Maxima Entertainment

30. NOT FOR SALE Produksi Rapi Films

31. OBAMA ANAK MENTENG Produksi MVP Pictures

32. PAKU KUNTILANAK Produksi PT. Maxima Entertaintment

33. POCONG KELILING Produksi PT. Maxima Entertainment

34. RASA Produksi Magma Entertainment

35. RED COBEX Produksi PT. Kharisma Starvision Plus

36. RUMAH TANPA JENDELA Produksi PT. Maxima Entertaintment

37. SANG PENCERAH Produksi Multivision Plus

38. SATU JAM SAJA Produksi Karnos Film

39. SEHIDUP (TAK) SEMATI Produksi PT. Millenium Visitama Film

40. SETAN BUDEG Produksi PT. Maxima Entertaintment

41. SKJ SELEB KOTA JOGJA Produksi PT. Kharisma Starvision Plus

42. SUMPAH POCONG DI SEKOLAH PT. Maxima Entertaintment

43. SUSTER KERAMAS Produksi PT. Maxima Entertaintment

44. SUSUK POCONG Produksi PT. Maxima Entertaintment

45. TALI POCONG PERAWAN Produksi PT. Maxima Entertaintment

46. TARING Produksi Rapi Films PT. Rapi Films

47. TEREKAM Produksi Batavia Pictures

48. TIRAN - MATI DI RANJANG Produksi PT. Maxima Entertainment

49. TIREN - MATI KEMAREN Produksi PT. Maxima Entertainment

50. TULALIT Produksi PT. Maxima Entertaintment

51. XXL DOUBLE EXTRA LARGE Produksi PT. Kharisma Starvision Plus

52. JINX Produksi Skylar Pictures

53. TANAH AIR BETA Produksi PT. Alinea Pictures

54. PUTIH ABU-ABU DAN SEPATU KETS Produksi Mitra Pictures dan Bic productions

55. NGEBUT KAWIN Produksi MD Pictures

56. RATU KOSTMOPOLITAN Produksi MVP Pictures

57. PREMAN IN LOVE Produksi PT. MD Pictures

58. ROMAN PICISAN Produksi PT. MD Pictures

Last Updated on Thursday, 28 October 2010 09:58
dari www.kkffi.co.id



Juri FFI 2010
Written by Administrator www.kkffi.co.id
Wednesday, 27 October 2010 10:24

A. KOMITE SELEKSI

1. Viva Westi

2. Abduh Azis

3. German G. Mitapradja

4. Totot Indarto

5. Dedi Setiadi



B. DEWAN JURI FILM CERITA PANJANG

1. Marselli Sumarno

2. Seno Gumira Adjidarma

3. Nur Hidayat (Monod)

4. Salim Said

5. Anto Hoed

6. Rima Melati

7. Jujur Prananto



C. DEWAN JURI FILM PENDEK

1. Bowo Leksono

2. Wahyu Aditya

4. Hafiz Rancajale

4. Agni Ariatama

5. Dimas Jayasrana



D. DEWAN JURI FILM DOKUMENTER

1. Desire Harahap

2. Fajrian Hamdi

3. Tino Saroengallo

4. Tjandra Wibowo

5. Dian Herdiany

Last Updated on Wednesday, 27 October 2010 10:33

Selasa, 02 November 2010

[Rilis Pers] 'Senggol Bacok' Dia, petaka bagi semua orang!




Senggol Bacok
Dia, petaka bagi semua orang


S i n o p s i s

"Urusan cinta boleh keok, yang penting lawan bonyok"

Bagi Galang (Fathir Muchtar) hanya satu yang harus dimiliki seorang lelaki: NYALI! Itu sebabnya, Galang tidak pernah takut pada apapun. Jangankan preman, bosnya sendiri pun dibikin bonyok gara-gara dicurigai telah menghamili tunangannya. Sumbu pendek yang gampang meledak ini akhirnya memutuskan kembali ke Jakarta. Galang ingin menata kembali hidupnya setelah putus dari tunangannya.

Sampai Jakarta, Galang disambut oleh ibu kos cacat mental dan berpenyakit aneh: kadang tuli, esok harinya buta, seminggu kemudian bisa bisu. Ruwetnya Jakarta dan ibu kos yang aneh, ditambah lagi sisa amarah pasca-putus tunangan, membuat sifat temperamental Galang makin menjadi-jadi. Masalah kecil menjadi besar, masalah besar bisa jadi bencana. Beruntung, Galang bertemu teman baru, Disko (Adjie Idol)seorang pengamen kelas teri bersuara emas namun berwajah lumpur (item dan dekil) yang selalu berhasil meredam amarah Galang.

Saat Galang berusaha melupakan sang tunangan, nasib mempertemukannya dengan Laras (Kinaryosih), gadis manis yang bisa bikin lumer hati batu Galang. Sayang, sifat tempramenal Galang malah menjauhkan dirinya dari Laras. Tidak sengaja, Galang sukses menghajar ayah Laras yang dikiranya preman. Ayah Laras juga harus masuk rumah sakit gara-gara niat baik Galang yang mengoleskan selai kacang.

Cinta Galang dan Laras semakin pelik dengan kehadiran penghuni kos baru, Donny(Ringgo Agus Rachman). Bak peribahasa “air tenang menghanyutkan “ pemuda kalem namun licik ini, mempunyai sejuta akal bulus di otaknya untuk mendapatkan hati Laras. Adu strategi “otot” versus “otak” antara Galang dan Donny merebut perhatian Laras pun tak terelakan.

Dibantu oleh Disko dan seorang motivator kejiwaan kelas wahid (Jonny Iskandar),Galang berusaha mengendalikan emosinya untuk dapat memenangkan pertempuran melawan Donny.





SENGGOL BACOK!

“Kekerasan hanya bisa mengontrol fisik, tapi tidak bisa mengotrol pemikiran” –Dalai Lama


Berangkat dari quote tersebut, Sutradara Iqbal Rais tergerak untuk menggarap sebuah film komedi. Lewat film terbaru produksi MVP Pictures SENGGOL BACOK, sutradara yang namanya langsung melejit sejak film pertamanya Tarix Jabrix ini , ingn menggabungkan dua hal yang saling bersebrangan : Amarah dan Komedi. “ Saya suka membuat orang tertawa. dan kali ini saya ingin coba membangun sebuah komedi yang lahir dari kemarahan! Alasan kedua, dunia secara umum dalam kondisi mengerikan sekarang, saat ini saya memutuskan tidak dulu menambah kegelisaan dunia dengan membuat film berat yang dramatis. Simpelnya, saya ingin menghibur orang” cerita
Iqbal Rais

Senggol Bacok yang akan dirilis secara nasional pada tanggal 4 November 2010 ini, mengambil genre komedi. Bercerita tentang Galang (Fathir) seorang pemuda yang sejak kecil tubuhnya lebih dikuasai amarah ketimbang akal. Makin dewasa sifat tempramennya makin menjadi-jadi, semua urusan menjadi ribet apabila berhadapan dengan Galang.
Selain Fathir Muchtar, Senggol Bacok juga di bintangi oleh Kinaryosih, yang berperan sebagai Laras, tipikal gadis jawa yang lembut. “ Karakter Laras ini dimunculkan sebagai pelumer hati batu Galang.” ujar Kinaryosih.

Ringgo Agus Rahman, akan berperan sebagai Donny. Cowok banyak akal, musuh besar Galang. “Donny adalah simbol dari Akal/Otak. Lawan bebuyutan dari Galang yang lebih menggunakan otot. Perseteruan keduanya akan menunjukan ke penonton, siapa yang lebih kuat. Otot atau Otak? Atau bukan keduanya malah?” cerita Ringgo tentang karakternya.
Pengamen dekil yang menjadi sahabat Galang, Disko diperankan oleh Adji Idol. “Adji ini penyanyi bersuara emas. Kesempatan bikin album sering melayang karena Disko berwajah lumpur, item dan dekil. Sebagai sahabat, , fungsi Disko adalah untuk meredam amarah Galang. Walaupun kadang Disko sendiri yang jadi korban kebrutalan Galang” ujar Adji,

“Karakter-karakter ajaib dalam film di hadirkan sebagai penyambung cerita. Semua ‘keajaiban’ karakter mempunyai fungsi dan tugas masing-masing. Hilang satu karakter, maka film ini akan buta” tambah Iqbal Rais .

SIAP MELEDAK, 4 November 2010 (*/MVP)

Jenis Film : Komedi
Pemain : Fathir Muchtar
Kinaryosih
Ringgo Agus Rachman
Adji Idol
Johny Iskandar
Marcella


[Rilis Pers] 'INGGIT' film akan segera produksi dari Mizan Productions




PRESS RELEASE FILM INGGIT
Bandung, 1 November 2010

Gedung Indonesia Menggugat, 10.00 s/d selesai

Narasumber: Putut Widjanarko (Produser), Maudy Koesnaedy (Artis/Pemain), Benni Setiawan (Sutradara), Tito Asmarahadi (cucu Ibu Inggit Garnasih)


Tahun 2008 menjadi tahun yang penting bagi Mizan Productions, dimana pada tahun tersebut untuk pertama kalinya Mizan Productions memproduksi sekaligus memproduseri film layar lebar (Laskar Pelangi) dan mendulang sukses yang fantastis. Dari kesuksesan tersebut, Mizan Productions mulai berkonsisten untuk terjun ke dunia perfilman. Tercatat 3 tahun belakang ini, Mizan Productions sudah memproduksi dan memproduseri film seperti, Sang Pemimpi, Garuda di Dadaku, yang masuk dalam kategori film box office, kemudian Emak Ingin Naik Haji, 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta dan yang akan segera tayang yaitu Rindu Purnama, karya perdana sutradara Mathias Muchus .

Kini Mizan Productions kembali akan menggarap film baru pada pertengahan tahun depan. Sebuah film roman sejarah tentang cinta dan kemerdekaan seorang Inggit Garnasih dengan Soekarno muda. Film ini bertujuan mengungkap sejarah agar para masyarakat mengetahui bahwa ternyata dibalik kesuksesan seorang Soekarno, terdapat satu perempuan yang juga memiliki peranan penting namun tidak banyak diketahui masyarakat sekarang, Inggit Garnasih.

”Inggit” yang rencananya akan menjadi judul film terbaru Mizan Productions ini dengan menggaet sutradara kenamaan Benni Setiawan akan diperankan oleh Maudy Koesnaedy. Mengangkat kisah kehidupan seorang mojang priangan yang juga istri kedua Bung Karno bernama Inggit Garnasih. Seorang perempuan yang memiliki sisi pergerakan yang sangat fantastik dan memiliki usia selusin lebih tua dari Bung Karno. Roman percintaan mereka berawal pada saat, Bung Karno adalah anak kos dan Inggit adalah ibu kosnya di Bandung. Pernikahan Soekarno – Inggit di era perjuangan, sejatinya sangat penuh romantika dan dinamika. Dan satu-satunya Inggitlah yang paling pas mendampingi Soekarno muda. Ia tahan gempuran gosip, gempuran cemooh, bahkan pelecehan polisi Belanda demi mengetahui dirinya adalah istri musuh nomor satu pemerintah Hindia Belanda, bernama Soekarno. Inggit juga tabah mendampingi Soekarno hidup di pengasingan, baik selama di Ende maupun Bengkulu. Selama mendampingi Soekarno, Inggit menjadi tulang punggung bagi jiwa Soekarno yang berkobar-kobar, frustrasi, melankolis, dan mendambakan kemerdekaan bagi bangsanya.

Manakala keduanya menyepakati perpisahan, Bung Karno masih sempat mengantarnya ke dokter gigi dipagi hari, dan mengantarnya ke Bandung serta membawakan barang-barang Inggit tanpa kecuali. Itulah akhir perpisahan keduanya. Dalam kesepiannya Inggit selalu berdoa bagi kebaikan Soekarno. Inggit kembali menjual bedak, meramu jamu dan menjahit sebagai nafkah. Demikianlah cinta Inggit pada Soekarno. Cinta, semata-mata karena cinta. Tidak luka ketika dilukai dan tidak sakit ketika disakiti, tanpa pamrih tanpa motivasi. Inggit Garnasih, adalah pengantar Bung Karno ke gerbang kemerdekaan. Inggit memiliki panggilan kesayangan buat Bung Karno yaitu “Engkus”…. Dan panggilan itu ia ucapkan untuk terakhir kalinya, saat menatap jasad Bung Karno di Wisma Yaso. (roso daras)

Inilah Film tentang cinta dan kemerdekaan. Sebuah film roman sejarah. Romantisme dan perjuangan anak-anak muda yang berfikir keras tentang negara dan kemerdekaan. Hal ini divisualkan dalam gambar-gambar yang dinamis, membentuk mosaik yang jalin menjalin.

Setting waktu dan lokasi, akan dibalut dalam sinematografi yang indah membuat dramatis film ini begitu menyentuh dan bermakna. Begitu pun make up, busana dan art, akan disesuaikan perjalanan sejarahnya.

Karakter-karakter tokoh yang akan dimainkan aktor dan aktris terbaik di Indonesia. Visual dan ilustrasi musik yang selaras, menjadi bagian penyutradaraan yang akan membuat film ini memotret secara dekat fragmen-fragmen merintis kemerdekaan denga segala romantismenya.

“Inggit adalah contoh bagi gadis-gadis sebayanya. Karena itulah Soekarno menyebutnya Srikandi”
(SK Trimurti, pejuang,)







Catatan: image diambil bebas dari browsing di internet, bukan properti film 'Inggit'. Apabila ada yang kurang berkenan dengan pemakaian foto ini karena hak kepemilikan foto, mohon disampaikan via email. Image dapat segera dihilangkan dari posting ini


- Tetap cintai Film Indonesia dulu, kini & nanti -

Selasa, 26 Oktober 2010

Mulai 28 Oktober 2010: 'Mafia Insyaf'



Komentar Poster Film:
Kesan pertama. Garang! Menekankan pada aura seksi kedua aktris. Mirip komposisi poster 'Istri Bo'ongan' produksi PH yang sama.


MAFIA INSYAF - 2010


Jenis Film : Action
Rating LSF : Dewasa (adult)

Produksi : Kanta Indah Film
Produser : Budi Mulyono
Sutradara : Otoy Witoyo

Casts:
Atiqah Hasiholan
Tora Sudiro
Indah Kallalo
Ferry Ardiansyah
Anindhika
H. Djaja Miharja
Zaki Zimah
Guntur

Sinopsis:
MACAN POLKADOT selama ini dikenal sebagai gank mafia yang cukup ditakuti, dipimpin oleh Dewi, memiliki 3 anak laki-laki: Kendra, Romi dan Jodi. Dewi merasa sudah tua dan ingin Kendra mewarisi usaha keluarganya. Dewi meminta Kendra mencari calon istri. Sampai akhirnya Kendra tak sengaja bertemu dengan Selma yang ternyata bekerja sebagai komisaris polisi. Selma sering menyamar untuk menuntaskan setiap kasusnya. Selma membuat hidup Kendra bergairah lagi

Hubungan Selma dan Kendra menjadi dekat. Untuk menutupi identitasnya, Kendra mengaku bekerja di yayasan sosial dan Selma mengaku bekerja sebagai pegawai negeri. Sampai akhirnya Selma mengaku bahwa dia sebenarnya polisi yang menyamar untuk mengungkap kasus-kasus penyelundupan, penggelapan pajak dan mafia. Kendra terkejut mengetahuinya. Selma shock mengetahui identitas Kendra yang sebenarnya. Kendra berjanji pada Selma, jika suatu saat dia terlibat urusan kriminal, Selma boleh menangkap dengan tangannya sendiri

Sayangnya Kendra terpaksa terlibat dalam perkelahian ketika kedua adiknya diculik gank Kampak Ungu. Sesuai janjinya, Kendra membiarkan Selma menangkapnya. Selma sedih mendapati kenyataan itu. Kendra, Romi dan Jodi menjalani pengadilan. Mereka berhadapan dengan Bobi, jaksa yang jatuh hati pada Selma yang menjadi jaksa penuntut dalam kasus perkelahian antar gank itu

Akankah Kendra dan adik-adiknya menang dalam kasus ini? Bagaimana akhir kisah cinta antara Kendra dan Selma? (via 21cineplex.com)

Rekomendasi:
Sepertinya Kanta Indah Film (KIF) memfokuskan diri pada produksi film berating dewasa. Tahun ini, tercatat KIF telah memproduksi 'Istri Bo'ongan'(Juli 2010 - Std.Arie Aziz) dan 'Pengantin Pantai Biru' (September 2010 - Std.Nayato), yang masing-masing bergenre komedi-dewasa dan horror-dewasa. Kini hadir dengan konsep action, tetap dengan bumbu dewasa. Dari segi directing, film ini merupakan debut sang sutradara Otoy Witoyo, setelah sebelumnya sudah cukup lama berkecimpung sebagai astrada dan posisi lainnya di bagian produksi.

Melirik ke divisi casts, cukup menarik mengetahui bahwa ada nama yang sudah sangat familiar di layar lebar & diakui kualitas aktingnya yaitu Tora Sudiro & Atiqah Hasiholan. Namun dalam komunikasinya via poster, sepertinya karakter yang diperankan Indah Kalalo & Atiqah Hasiholan-lah yang mendapat porsi utama. Meskipun menyimak sinopsis yang diterima, kisah Selma-Kendra (Atiqah-Tora) yang menjadi cerita utama. Seperti apakah film ini akhirnya? Mampukah aktor & aktris ini mengangkat genre film action ini? Dan berhasilkan film ini menjadi berkesan di benak pecinta film Indonesia? Mengingat bulan ini juga ada 'Madame-X' dan 'Perjaka Terakhir 2' di genre yang sama. Kita tunggu!


Mulai 28 Oktober 2010


Tetap cintai film Indonesia dulu, kini & nanti.
Tweet us your #testimoni on twitter, just mention @film_indonesia

Open Casting Besinema - Ifimovies




OPEN CASTING BESINEMA production,

untuk layar lebar

Mencari karakter:
- cewek-cowok 20-27th,
- tinggi cewek: 165-17o
- tinggi cowok: 170-178cm
- cantik, pintar, sexy, agak sedikit tomboy, cuek, santai
- handsome, good looking, smart, berkarakter,
- bisa akting

Please come to:
BESINEMA PRODUCTION
hari Senin 25 Oktober - 31 okt
jam 10.00-16.00
Jl Benda No 23C Kemang

*casting hanya untuk yg memenuhi kritteria*

Besinema Production sudah memproduksi film:
• Coklat Stroberi (2007)
• Radit dan Jani (2008)
• Coblos Cinta (2008)
• 3 Doa 3 Cinta (2008)
• Serigala Terakhir (2009)

Jumat, 22 Oktober 2010

Premiere di Jiffest 2010 - HOPE a documentary film



Komentar poster film:
Sangat dokumenter. Namun sebenarnya bisa di-desain yang lebih 'mengundang' mata memandang, lebih tegas & lugas, se-lugas filmnya yang sangat menarik!

HOPE - 2010

Synopsis
Indonesia is 65 years of age by this year 2010, mature enough for being a nation. But in Indonesia you can’t say that being mature means you’re wealthy enough in any way. We are politically corrupt, nationwidely stupid and you need all the money on earth to pay your education and health.
But! Indonesia has its own great individuals lies beneath the whole archipelago. So…Indonesia still has their HOPE.

Duration : 76 minutes
Genre : Documentary
Year of Production : 2010
Production : BOGALAKON PICTURES

CHAPTER 1, The Minorities
Director SANTRIANOV
Production Designer EDMOND WAWORUNTU
Producer ANDIBACHTIAR YUSUF
Director of Photography SYAMUL ‘CHEMONK’FAIZ TJOTJONA
Editor SHANI BUDI PANDITA
Production Assistant ADAL BONAI

CHAPTER 2, The Majorities….To Die For
Producer AMIR POHAN, ANDIBACHTIAR YUSUF
Director ANDIBACHTIAR YUSUF
Story ANDIBACHTIAR YUSUF
Director of Photography GIRINDHRO SETYO HARIMURTI
Other Camera Works ANDIBACHTIAR YUSUF, BAMBANG SETIABUDHI
Editor DARWIN NUGRAHA
Music ISMAIL BASBETH
Production Assistant BAMBANG SETIABUDHI

CHAPTER 3, The Nation
Director ANDIBACHTIAR YUSUF
Co-Director SANTRIANOV
Production Designer EDMOND WAWORUNTU
Music Composed & Performed by KOIL, PANDJI
Editor DARWIN NUGRAHA, SHANI BUDI PANDITA
Director Of Photography SYAMSUL ‘CHEMONK’ FAIZ TJOTJONA
Others Camera Works ANDIBACHTIAR YUSUF, EDMOND WAWORUNTU, SANTRIANOV, HASIAN DAMANIK
Still Photographer BAGUS EKOVICH
Producer ANDIBACHTIAR YUSUF
Story ANDIBACHTIAR YUSUF, EDMOND WAWORUNTU, SANTRIANOV
Production Assistant ADAL BONAI, AGUNG SAPUTRO

Tagline : A documentary about…….HOPE
Format : Digital

Director’s Filmography (feature length)
1. The Jak (2007)
2. The Conductors (2008)
3. Romeo Juliet (2009)


Official release:
“Indonesia akan begini-begini aja kalo loe cuma bisa protes,” ujar Pandji Pragiwaksono, inilah salah satu bagian penting dari film Hope karya terbaru dari Andibachtiar Yusuf. Sineas yang pernah melahirkan The Jak (2007), The Conductors (2008) dan Romeo Juliet (2009), sutradara muda yang kerap melahirkan karya-karya yang relatif unik dibanding arus yang muncul di jagad perfilman Indonesia.

“Bagi saya film yang baik adalah yang bisa menunjukkan situasi kekinian suatu bangsa,” ujar Yusuf tentang karya-karyanya. Lewat Hope yang rencananya akan ber-World Premiere di Jakarta International Film Festival 2010 ini , lulusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran ini melukiskan kegelisahannya terhadap situasi bangsanya yang disebutnya sebagai “Gak pernah kemana-mana, seolah segala potensi itu tidak ada,” sembari menambahkan “Tapi nasib suatu bangsa tidak akan pernah berubah jika tidak diubah sendiri oleh bangsa itu,”

Hope adalah sebuah gambaran Indonesia masa kini, 12 tahun setelah saat yang disebut sebagai masa reformasi yang saat itu dikabarkan sebagai arus balik sejarah bangsa ini yang disebut dinaungi kegelapan di era Orde Baru.

Dokumenter berdurasi 72 menit ini dikerjakan dalam kurun waktu 8 bulan masa produksi dan 3 bulan paska produksi dan menempuh jarak perjalanan Jakarta-Bandung-Semarang-Manado hingga ke Genting di Malaysia. Dikerjakan secara gerilya oleh tim Bogalakon Pictures rumah produksi yang terus bersemboyan “Kami bukan filmmaker, kami Bogalakon,” Segala hal dibenarkan oleh tim huru hara ala Bogalakon ini, mulai dari menempel kegiatan dokumentasi kedatangan trofi Piala Dunia 2010 sampai menonton aksi tim Barongsai Kong Ha Hong di Malaysia.

Diperkuat oleh gerilyawan muda seperti Edmond Waworuntu, Chemonk Faiz Tjotjona, Santrianov dan Adal Bonai, Hope adalah karya keempat rumah produksi peraih Piala Citra 2008 dan nominasi 2009 untuk kategori Dokumenter Terbaik.

Selain akan dipresentasikan di JIFFEST, film ini akan juga dipertontonkan di sinema komersial yang memberi ruang pada karya digital seperti layaknya teknis yang digunakan oleh karya ini. Juga, film ini akan mencoba metode baru pendistribusian sinema (setidaknya untuk ukuran Indonesia) lewat tayang secara online alias streaming.

Selanjutnya, film ini akan diputar mengelilingi Indonesia lagi-lagi secara gerilya lewat pemutaran-pemutaran di komunitas yang tentu saja akan dibarengi dengan workshop dan diskusi.

Rekomendasi:
Film dokumenter 3 babak! Itu ringkasnya mengenai film sarat realita sosial dan politik ini. Pengemasannya menarik, membuat mata tidak akan lepas dari layar. Saat-saat emosional, nyentil, celetukan lucu dan sindiran tentang keadaan saat ini menjadi menu utama sajian film berdurasi 76 menit ini. Babak pertama dibuka dengan 'koleksi lama' sang sutradara, mengambil tema 'mayoritas', mengambil angle menarik dengan membandingkan 2 tingkah polah dan komentar partisipan partai yang berseberangan, dihadirkan bergantian dengan editing yang menarik, sehingga sering memancing tawa spontan karena dialog khas 'aktor'-nya yang apa adanya. Tanpa skrip tentunya.

Babak kedua mengangkat tema 'minoritas', dalam hal ini budaya barongsai yang baru kembali bangkit di tanah air yang menjadi sorotan utama. Bagaimana kisah budaya ini seolah 'ditiadakan', hingga muncul lagi menjadi penambah warna budaya di Indonesia, dan bagaimana pencapaiannya di mata Internasional, itu yang menjadi pembahasan dalam segmen ini. Semangat kemenangan, cinta budaya, perjuangan meraih yang terbaik dan semangat orang-orang dibalik 'singa' tentu akan sangat inspiratif untuk disaksikan. Tahukah anda, bahwa barongsai bukan hanya sekedar budaya dari Cina, tapi kini sudah menjadi olahraga dunia!

Bagian penutup, dengan durasi yang paling dominan, dimainkan dengan baik oleh Panji dan Aryo 'Koil' Verdyantoro. Cara pandang manusia Indonesia penuh harapan, optimis dan dari sudut pandang yang berbeda, itu yang menjadi pokok penyampaian segmen terakhir ini. The nation. Anda akan menemukan spirit nasionalisme dalam gerak karya, dan terimplementasi dalam keseharian. Ringkasnya seperti apa? tergambar dalam dokumenter ini. Juga akan ditemui kalimat-kalimat lugas yang 'nyentil' dan tajam, membuat penonton akan bertanya pada dirinya. Apa yang sudah diperbuat untuk negeri ini?

Menarik juga akan ditemukan kalimat seperti: 'berhentilah protes, berhentilah jadi orang yang naif', 'kasihan untuk orang-orang bermental pembantu', atau kalimat 'karena lu kebanyakan nanya, terus kapan actionnya?'. Tapi jangan salah sangka dulu! Penggunaan kalimat itu tidak seberat apa yang dibaca saat ini. Saat dimunculkan dalam film, dialog tersebut terasa pas, dan tepat sasaran. Bahkan tak jarang membuat terpingkal tertawa. Permainan editing film ini patut mendapat atensi khusus, karena berhasil membawa potongan-potongan yang berbeda, bersatu padu dalam gambar utuh yang menyampaikan pesan sang sutradara.

Film bergenre dokumenter terbilang jarang hadir di layar Indonesia. Sangat layak anda tunggu penayangannya, HOPE a documentary about...

Jiffest 2010
Blitzmegaplex early 2011


Tetap cintai film Indonesia dulu, kini & nanti.
Tweet us your #testimoni on twitter, just mention @film_indonesia

Kamis, 21 Oktober 2010

Mulai 4 November 2010: 'Senggol Bacok'



Komentar poster film:
Cukup menarik, kuat dan sudah ada aura kocaknya, semoga isinya sesuai kemasan!


SENGGOL BACOK - 2010


Jenis Film : Comedy
Produser : Raam Punjabi
Produksi : Mvp Pictures

Sutradara : Iqbal Rais
Penulis :

Casts:
Fathir Muchtar - sbg Galang
Kinaryosih - sbg Laras
Ringgo Agus Rahman - sbg Donny
Aji Idol - sbg Disko
Jonny Iskandar

Sinopsis
Bagi Galang (Fathir Muchtar) hanya satu yang harus dimiliki seorang lelaki: NYALI! Itu sebabnya, Galang tidak pernah takut pada apapun. Ia memutuskan kembali ke Jakarta, ingin menata kembali hidupnya setelah putus dari tunangannya. Sampai Jakarta, Galang bertemu teman baru, Disko (Adjie Idol), seorang pengamen kelas teri bersuara emas namun berwajah lumpur (item dan dekil) yang selalu berhasil meredam amarah Galang.

Saat Galang berusaha melupakan sang tunangan, nasib mempertemukannya dengan Laras (Kinaryosih), gadis manis yang bisa bikin lumer hati batu Galang. Sayang, sifat tempramenal Galang malah menjauhkan dirinya dari Laras. Tidak sengaja, Galang sukses menghajar ayah Laras yang dikiranya preman. Ayah Laras juga harus masuk rumah sakit gara-gara niat baik Galang yang mengoleskan selai kacang.

Cinta Galang dan Laras semakin pelik dengan kehadiran penghuni kos baru, Donny(Ringgo Agus Rachman). Pemuda kalem namun licik ini, mempunyai sejuta akal bulus di otaknya untuk mendapatkan hati Laras. Adu strategi “otot” versus “otak” antara Galang dan Donny merebut perhatian Laras pun tak terelakan. Dibantu oleh Disko dan seorang motivator kejiwaan kelas wahid (Jonny Iskandar), Galang berusaha mengendalikan emosinya untuk dapat memenangkan pertempuran melawan Donny. (via 21cineplex.com)

Rekomendasi:
Iqbal Rais, sutradara muda (26 thn) ini memulai debutnya sebagai sutradara di 'The Tarix Jabrix' (2008) yang mengangkat nama band the Changcuters. Kemudian dilanjutkan dengan karya komedi lainnya 'Si Jago Merah' (2008), 'The Tarix Jabrix 2' (2009) dan 'Bukan Malin Kundang' (2009). Di tahun 2010 ini, iqbal rais sudah merilis 'Sehidup (Tak) Semati' (Juni 2010)dengan mengarahkan aktor/aktris Winky Wiryawan & Fanny Febriana. Dengan selera directing yang cenderung ke arah genre komedi ini, rasanya karya terbarunya: 'Senggol Bacok' (November 2010) patut ditunggu kehadirannya di layar lebar.

Dari sisi casts, peran utama Fathir Muchtar, mulai dikenal lewat '5 Sehat 4 Sempurna' (2002), 'Susahnya Jadi Perawan' (2008), 'Love' (2008), dan 'Serigala Terakhir' (2009). Tahun 2010 ini, ia juga mendapat peran di komedi 'Ratu Kostmopolitan' (Mei 2010) produksi PH yang sama yaitu MVP Pictures.

Peran utama wanita, Kinaryosih, adalah peraih piala citra 2006 kategori pemeran pembantu wanita terbaik lewat film 'Mendadak Dangdut'. Bulan Oktober 2010 ini, filmnya 'Rokkap' juga baru diputar di layar tanah air. Model cantik bersuara khas nan seksi ini rasanya cukup kuat untuk menjadi magnet dalam film ini. Setuju?

Dan terakhir, Ringgo Agus Rahman. Nama aktor berwajah ekspresif ini terlihat cukup produktif di semester kedua tahun 2010. Tercatat ia ambil andil dalam 'Aku atau Dia' (Oktober 2010) & 'Perjaka Terakhir 2' (Oktober 2010) yang dirilis dalam waktu hampir bersamaan. Melihat nama Jonny Iskandar ("aku bukan pengemis cinTAAAAAAAAHhhh!") dan Aji Idol terpampang di jajaran cast, sepertinya cukup menjanjikan untuk diangkat ke layar lebar. Mengingat penampilan keseharian mereka yang cukup berkarakter.

Berbekal komposisi ramuan sukses dalam film ini, serta jalan cerita yang sepertinya akan menimbulkan cukup banyak 'konflik', sudah seharusnya pecinta Film Indonesia menyambut kehadiran film komedi terbaru ini di awal November 2010. Bagaimana sepak terjang film ini nanti di industri film Indonesia? Berhasil memberikan warna komedi yang kuat? Target market film ini sepertinya bisa cukup luas dan aman bagi berbagai tingkat usia dan kelompok sosial. Penasaran? Mari kita tunggu!

Mulai 4 November 2010

Tetap cintai film Indonesia dulu, kini & nanti.
Tweet us your #testimoni on twitter, just mention @film_indonesia

Mulai 28 Oktober 2010 : 'Aku Atau Dia'



Komentar poster:
Bermodalkan warna yang eye-catching, penulisan judul yang khas serta ekspresi casts yang cukup 'mengundang', sebagai sebuah poster film komedi romantis, pas!


AKU ATAU DIA - 2010


Jenis Film : Comedy/romantis
Rating LSF : Remaja (teenage)
Homepage : http://www.ceritamu.com/
Durasi : 97

Produksi : One Star Productions
Produser : Affandi Abdul Rachman
Sutradara : Affandi Abdul Rachman
Penulis : Affandi Abdul Rachman, Nataya Bagya

Casts:
Fedi Nuril - sbg Rama
Julie Estelle - sbg Novi
Rizky Hanggono - sbg Dafi
Ringgo Agus Rahman - sbg Asep
Ananda Omesh - sbg Wawan
Aline Adita - sbg Amara
Sophie Navita - sbg Mbak Elza
Lukman Sardi
Edo Borne
Alex Abbad
Yama Carlos
TJ
Verdi Solaiman
Shara Aryo
Lenna Tan






Sinopsis
NOVI (Julie Estelle) dan DAFI (Rizky Hanggono) adalah 'campus sweetheart',bertemu saat kuliah dan berpacaran terus hingga keduanya lulus. Layaknya hubungan percintaan lainnya, hubungan Novi dan Dafi tidak semulus yang dikira. Setelah menerima tawaran bosnya, AMARA (Aline) untuk dipromosikan menjadi partner di law firm milik Amara, Davi berubah. Ia mengakhiri hubungannya dengan Novi. Novi patah hati, hingga saudara-saudaranya: PIPIT (TJ), WAWAN (Omesh Ananda), dan ASEP (Ringgo Agus Rahman) merasa khawatir. Tanpa tidak sengaja, Novi mendengarkan siaran radio yang sedang mewawancari Mbak Elza dari heart-break.com, suatu badan inteligen khusus patah hati karena orang ketiga, keempat atau sebab lainnya. MBAK ELZA (Sophie Navita) setuju untuk membantu Novi dan mengutus RAMA (Fedi Nuril) serta timnya untuk menjalankan misi merebut Dafi kembali. Kebersamaan Novi dengan Rama membuat membuat perhatian Rama terpecah antara menyelesaikan misi dan perasaannya terhadap Novi. (via 21cineplex & akuataudia.com)

Rekomendasi:
Sutradara Affandi Abdul Rachman, memulai debut karyanya dengan dengan mengarahkan Lukman Sardi, Richa Novisha, Yama Carlos, dan Alex Abbad dalam film 'Pencarian Terakhir' (2008). Setahun kemudian, ia menggarap film komedi 'Heartbreak.com' (rilis mulai 3 Des 2009) yang merupakan prekuel dari film 'Aku atau Dia' ini. Heartbreak.com cukup sukses diterima pecinta film Indonesia, khususnya genre komedi-remaja. Sehingga cukup bijak rasanya untuk dilanjutkan dengan sekuelnya. Ramuan khusus film ini adalah menggunakan banyak casts yang sudah punya nama dan masing-masing memiliki basis fans tersendiri. Strategi yang cukup tepat untuk genre film seperti ini. Tak perlu pendalaman karakter, tapi banyak karakter, yang masing-masing berkarakter (maaf kalau kebanyakan kata karakter, red).

Beberapa nama seperti Sophie Navita, Omesh, Yama Carlos, dan Edo Borne dipertahankan melanjutkan peran yang sudah dibangun di prekuel. Untuk cast utama, Julie Estelle, Fedi Nuril, Rizky Hanggono, Ringgo Agus Rahman tentu adalah pemikat utama untuk mengundang pecinta Film Indonesia ke layar bioskop. Bagaimana film ini akan memenangkan hati pecinta film Indonesia? patut disiapkan jadwal khusus untuk menyimak komedi romantis ini!

Mulai 28 Oktober 2010

Tetap cintai film Indonesia dulu, kini & nanti.
Tweet us your #testimoni on twitter, just mention @film_indonesia


Rabu, 20 Oktober 2010

Mulai 21 Oktober 2010: 'Rokkap' & ' Setan Facebook'



ROKKAP - 2010

Jenis Film : Drama
Rating LSF : Dewasa (adult)

Produser : Inge Rosandi Kandou
Produksi : Promised Land Pictures
Sutradara : Bm Joe, Ginanti Rona Tembang Sari, Hendra ‘pay”

Casts :
Kinaryosih - sbg Lingga
Alex Abbad - sbg Bow
Agastya Kandou
Sarah Jane
Tongam Sirait
Iyuth Pakpahan

Film drama percintaan dengan kultur budaya Batak antara Lingga (Kinaryosih) yang tuna netra dengan Bow (Alex Abbad), seorang fotografer - harmonisasi hasapi (musik traditional Batak) dan keindahan Danau Toba.

Rekomendasi:
Sebuah film yang mengangkat unsur budaya Batak dengan romantika percintaan, dengan cast sekelas pemenang piala Citra, aktris Kinaryosih, dan kali ini didampingi Alex Abbad seharusnya cukup menarik untuk disaksikan. Terus terang agak kaget baru mengetahui ada film ini 1 hari sebelum mulai tayang di bioskop. Apakah ini semacam spirit indie, bisa jadi. Premiere film ini diadakan juga 1 hari sebelum tayang (20 Oktober 2010). Respon dari penonton premiere sepertinya positif dilihat dari timeline twitter sang produser. Bagaimana perjuangannya di layar, kita tunggu #testimoni dari pecinta Film Indonesia. Sepertinya akan sangat menarik meluangkan waktu untuk menyaksikan karya ini!


- - - - - - - - - - -




SETAN FACEBOOK - 2010

Jenis Film : Horror
Rating LSF : Dewasa (adult)

Produser : Harris Nizam
Produksi : D’color Entertainment
Sutradara : Helfi Kardit
Penulis : M. Ilhamka Nizam, Anggoro

Casts:
Cindy Anggrina
Boy Hamzah
Jehaan Sienna
Maeeva Amin
Waqid
Ricky Ertan


Farah, di usia 19 sangatlah energik dan spontanitas, termasuk urusan identitas yang sudah dianggap over-narsis oleh teman-teman dekatnya. Cici, sahabatnya dan Nauvam pacarnya sudah seringkali mengingatkan Farah agar tidak terlalu obsesi dengan status di Fesbuk.

Kadar aktifitas Farah sudah melebihi porsinya, kadang di tempat yang tak semestinya dan di waktu yang tak seharusnya. Ia terus saja mengupdate status Fesbuk. Apapun yang ada di benaknya tak pernah terlewat sekalipun. Teror pun dimulai kala Farah diundang untuk mengkonfirmasikan profil seseorang bernama Mira Anindhita, sosok asing yang di kemudian hari membawa bencana. Selamatnya, Farah tak pernah menggubris untuk mengkonfirmasi. Namur, beberapa temannya satu per satu yang juga diundang mendadak mati mengenaskan.

Farah pun mulai ketakutan. Ada apa sebenarnya? Apakah kematian orang-orang di sekitarnya ada hubungan dengan fesbuk atau pembunuh psycho yang meneror dengan cara yang aneh. Segera ia meminta bantuan Roni hacker yang diminta menelusuri profil misterius yang mungkin jadi penyebab kematian akhir-akhir ini.

Seiring teror terus berjalan Farah bertemu dengan Oma Pujo yang konon menjadi kunci dari semuanya. Namun Farah masih belum bisa tenang karena waktu tak lagi menyisakan kesempatan untuknya...

Adakah hubungan Farah dengan sosok misterius yang melakukan teror hingga menghabisi nyawa orang tersebut? Akankah Farah tetap bertahan hidup?


Rekomendasi:

Dari judulnya sepertinya ada subgenre baru, genre horor social media kalau boleh disebut. Film ini merupakan film ke-empat sutradara Helfi Kardit tahun 2010 ini, setelah 'Arisan Brondong'(Februari), 'The Sexy City' (Maret), dan 'D'Love' (Juli). Dari judulnya bisa jadi ini adalah murni film horor saja yang mengambil segmen remaja. Kemungkinan target penontonnya juga generasi yang masih eksis di Facebook, yaitu yang baru meninggalkan Friendster, tapi juga belum familiar dengan Twitter. Kreatif juga dalam memilih judul, kita tunggu perjuangannya di layar bioskop.


Tweet us your #testimoni on your twitter account! Mention us @film_Indonesia


Tetap cintai Film Indonesia dulu, kini & nanti

Selasa, 19 Oktober 2010

[Rilis Pers] 'Simfoni Luar Biasa' karya Awi Suryadi - rilis awal 2011




SIMFONI LUAR BIASA (JAYDEN’S CHOIR)

Sebuah Balada tentang Anak-anak Terlupakan


Jakarta, 19 Oktober 2010 - Film tentang anak-anak sejak lama muncul dalam khazanah film nasional. Namun secara spesifik yang membahas cerita tentang anak-anak dengan kebutuhan khusus agaknya masih jarang. SIMFONI LUAR BIASA atau judul bahasa Inggrisnya JAYDEN’S CHOIR produksi Nation Pictures & Primetime Production ingin membahas tentang hal itu.

“Sejak tahun 2004, sebelum saya menjadi filmmaker, saya tertarik dengan kehidupan anak yang memiliki kebutuhan khusus (cacat),” demikian ucap produser Delon Tio yang juga pemilik ide cerita. Saat itu dia membaca artikel di Koran tentang anak cacat dari Beijing, Cina yang bermain orchestra simfoni di hadapan ribuan penonton. “Di foto utama saya lihat konduktor dengan kondisi down syndrome ekspresi wajahnya bahagia,” ungkap Delon. Sejak itu dia bersumpah jika suatu hari kelak akan merealisasikan topik yang menyentuh dan inspiratif ini.





Dengan modal cerita yang inspiratif ini, pihak produser memasang bintang mancanegara Christian Bautista. Sebelumnya, dia lebih dikenal sebagai penyanyi. “Christian menjadi alasan utama dari sisi komersial film ini,” lanjut Delon.

Christian sendiri tertarik bergabung dalam film ini lantaran ceritanya yang menantang. Selain itu, di sini dia mendapatkan kesempatan perdana sebagai aktor utama. “Pokoknya di film ini anda bisa menemukan sosok Christian yang berbeda ketimbang yang dikenal sebelumnya,” seloroh cowok kelahiran 19 Oktober 1981 ini sedikit berjanji.

Sutradara dan penulisan skenario dipercayakan kepada sutradara Awi Suryadi. “Ini film yang idealis, temanya tidak pasaran dengan apa yang sedang kebanyakan beredar di sini dan sangat menantang untuk dibuat menjual,” ucap Awi. Kali ini dia berkolaborasi dengan penulis cerita pendek Maggie Tiojakin yang juga seorang jurnalis. “Menulis naskah sendiri pastinya lebih berat namun kepuasannya juga lebih besar,” ujar sutradara muda ini. kolaborasi keduanya sudah pernah terjadi dalam film Selendang Rocker dan I Know What You Did On Facebook.

“Berkolaborasi dengan Awi merupakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi saya yang biasanya bergelut di bidang jurnalistik serta fiksi pendek. Saya berharap film SLB dapat menginspirasi masyarakat umum untuk lebih menghargai saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus dan butuh dukungan kita, serta untuk memperlakukan mereka sebagai individu-individu yang memiliki bakat serta kemampuan mereka masing-masing,” kata Maggie.

Di film ini Christian akan dipasangkan dengan Gista Putri. Pemeran Laras ini dikenal sebagai model yang sempat wara-wiri di layar kaca dan film ini merupakan debutnya di layar lebar. Deretan pemain lain yang terlibat dalam Simfoni Luar Biasa adalah aktris Ira Wibowo dan Ira Maya Sopha. Kemudian ada Valerie Thomas, Verdi Solaiman, Sophie Navita, serta si pelantun Denpasar Moon, Maribeth Pascua.

Proses syuting SIMFONI LUAR BIASA (JAYDEN’S CHOIR) akan dimulai di Jakarta pada akhir Oktober 2010 dan sebelumnya sempat syuting di Manila, Filipina. Rencananya akan rilis di jaringan bioskop tanah air serta di Filipina pada awal tahun 2011.





TIM PRODUKSI

Produksi: Nation Pictures & Primetime Production

Produser Eksekutif: Nita Triyana

Produser: Delon Tio

Ide Cerita: Delon Tio

Skenario: Awi Suryadi-Maggie Tiojakin

Sutradara: Awi Suryadi

Penata Kamera: Tono Wisnu

Penyunting Gambar: Yoga Koesprapto

Penata Musik: Ricky Lionardi











CAST LIST
Christian Bautista - Jayden
Gista Putri - Laras
Ira Wibowo - Marlina
Valerie Thomas - Carissa
Ira Maya Sopha - Rinjani
Verdi Solaiman - Pak Dimas
Sophie Navita - Helena
Maribeth Pascua - Penelope
Willem Beaver - Hans Domas
Stanley Saklil - Bimo


Biografi Singkat
PEMAIN:
Christian Bautista (Jayden)

Christian Joseph Murata Bautista, kelahiran Imus, Cavite, 19 Oktober 1981. Namanya dikenal di Asia Tenggara sebagai penyanyi beken asal Filipina. Tembang The Way You Look at Me menjadi salah satu hitsnya yang popular di Indonesia. Diam-diam, Christian juga sering nongol di Indonesia. Sebelumnya dia sempat jadi juri Indonesia mencari Bakat di Trans TV. Setelah sempat berakting di negaranya, kini dia akan memulai debutnya sebagai aktor di sini.

SUTRADARA
Awi Suryadi

Memulai debut tahun 2006 lewat Gue Kapok Jatuh Cinta bareng Thomas Nawilis. Sejak itu aktif membuat film, baik sebagai penulis maupun sutradara. Tahun 2010 dia mencatatkan namanya sebagai sutradara pertama yang dua filmnya rilis pada tanggal yang sama, yakni I Know What You Did on Facebook serta Pengantin Topeng pada 15 Juli silam. Filmnya yang lain: Sumpah Pocong di Sekolah, Mupeng, dan Selendang Rocker. Simfoni Luar Biasa menjadi kolaborasi berikutnya dengan produser Delon Tio pasca membuat Claudia/Jasmine.





Selamat & sukses lancar untuk produksi film 'Simfoni Luar Biasa'
Salah satu karya yang patut ditunggu Pecinta Film Indonesia di awal 2011

Kamis, 23 September 2010

Perjalanan 'The Forbidden Door' di Fukuoka Film Festival 2010



Pintu Terlarang (The Forbidden Door)

di

Focus On Asia International Film Festival 20

By: Sheila Timothy - Produser 'Pintu Terlarang' 2009


Setelah hampir 2 tahun, dan berkeliling hampir di 20 Festival di dunia, Pintu Terlarang (The Forbidden Door) bulan September ini, mendapat kehormatan untuk diputar di Focus On Asia Fukuoka International Film Festival 2010, Jepang. Dan perjalanan kali ini-pun menjadi spesial karena saya, beserta Joko Anwar (Penulis/Sutradara), Fachri Albar (Aktor Utama) dan Marsha Timothy (Aktris Utama) berkesempatan untuk hadir disana.



Kunjungan ke Festival Film manapun di dunia selalu merupakan suatu “mood booster” atau penyemangat ketika pulang untuk berkerja dan berkreasi lebih baik lagi. Juga selalu menimbulkan keinginan untuk berbagi dengan sesama pencinta film Indonesia, dengan harapan bahwa industri perfilman Nasional bisa lebih maju dari saat ini. Terlebih karena industri perfilman Indonesia masih belum mendapat tempat khusus di dunia bahkan di Asia sekalipun, tidak seperti negara-negara lain di Asia yang industri filmnya sudah terkenal memiliki karakteristik tertentu. Sebagai contoh film-film dari Asia Timur seperti dari Hong Kong, Cina dan Korea yang memiliki karakteristik film yang artistik tapi tetap memiliki potensi komersial, film-film Iran yang telah melahirkan berbagai maestro seperti Abbas Kiarostami, Mohsen Makhmalbaf dan Majid Majidi, atau mungkin perfilman Thailand yang banyak menghasilkan “entertainment films”. Indonesia, sayangnya masih harus terus bekerja keras berkarya menghasilkan film-film berkualitas sehingga mampu masuk dan diperhitungkan dalam kancah perfilman global.


Tahun ini merupakan Festival ke-20 untuk Focus on Asia International Film Festival. Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan film –film berkualitas dari seluruh Asia, sehingga mampu bersaing dan mendapat perhatian dunia. Masa-masa kejayaan para maestro film seperti Zhang Yimao, Chen Kaige, Im Kwon-taek dari Korea, Hou Hsiao-hsien, Edward Yang dari Taiwan dan Wong Kar-wai dari Hongkong, pun sudah mulai mendekati akhir di awal abad ke-21, sehingga kini saat-nya-lah untuk mecari talenta-talenta baru dari seluruh Asia.


Hariki Yasuhiro, Festival Director FOAFIFF, mengatakan Festival kali ini lebih menitik beratkan pada pencarian film yang bisa menjadi referensi (Reference Point Films) di Asia, disebutkan contoh film yang menurutnya bisa dikatakan sebagai reference point films adalah, “Mundane History” dari Thailand, karena memiliki trend yang berbeda dari film lain di negaranya, “The Forbidden Door sebagai “modern horror” dari Indonesia, dan “Samson & Delilah” dari Australia, yang menggambarkan tentang kehidupan Aborigin.


Di satu kesempatan wawancara Pintu Terlarang, Yasuhiro, menyatakan kekagumannya akan film Pintu Terlarang yang disebutnya sebagai jenis film post modern, yang memiliki multi dimensi, karena selain menggambarkan kedekatan hubungan keluarga antara ibu, istri dan teman dekat, juga sisi lain arsitektur baroque Indonesia yang merupakan peninggalan jaman Belanda. Yasuhiro juga mengatakan kepda saya bahwa orang-orang Jepang sangat ingin tau lebih banyak lagi tentang film-film Indonesia lainnya.


Bisa dikatakan festival kali ini Indonesia mendapat tempat terhormat, selain Sang Pemimpi menjadi film pembuka, di opening ceremony ada perangkat gamelan yang dimainkan seluruhnya oleh wanita-wanita Jepang, dan diadakan sebuah simposium yang berjudul “The charm of Indonesia Cinema-A Glimpse of Unfamiliar Indonesia” dengan pembicara : Mira Lesmana, Riri Riza dan Joko Anwar.


Ada beberapa hal lain yang sangat menarik dari Festival ini yang menurut saya dapat kita pelajari. Film-film yang dipilih dalam Festival ini disimpan dalam perpustakaan film mereka. Suatu penghargaan yang luar biasa, karena film dianggap sebagai suatu warisan budaya, sebagai bagian dalam pembentuk kebudayaan suatu bangsa. Perpustakaan Film Fukuoka yang berambisi menjadi Asian Film Center, dapat menampung 20.000 film reels dan dengan kondisi temperatur dan kelembaban yang terjaga, untuk memastikan bahwa film-film ini dapat tetap ditonton di masa yang akan datang untuk kepentingan pendidikan dan penelitian film. Satu hal yang belum dimiliki oleh Indonesia. Masih banyak film-film lama kita yang sebenarnya sangat bagus, namun tidak disimpan dengan baik, sehingga generasi muda tidak dapat menikmati dan mempelajari perkembangan film Nasional secara lengkap. Perpustakaan Film Fukuoka telah menyimpan sekitar 30 film Indonesia, diantaranya Roro Mendut (Ami Priyono), Ramadhan dan Ramona (Chaerul Umam), Oom Pasikom (Chaerul Umam), 3 Hari untuk Selamanya (Riri Riza), Mendadak dangdut (Rudi Soedjarwo) Laskar Pelangi (Riri Riza), Sang Pemimpi (Riri Riza), Pintu Terlarang (Joko Anwar).


Pada tanggal 17 September, Pintu Terlarang mendapat kesempatan untuk screening pertama, bertempat di Solaria Stage, dengan kapasitas 300 kursi yang hampir terisi seluruhnya. Setelah selesai pemutaran seperti yang biasa dilakukan dalam setiap Festival, para penonton berkesempatan untuk tanya-jawab dengan Sutradara, pemain dan saya selama 30 menit. Sesi tanya jawab ini berlangsung seru karena hampir semuanya antusias untuk bertanya terutama kepada Joko Anwar. Pertanyaan yang diajukan pun cukup mendetail, seperti apa makna nomor yang ada di pintu Herosase, apakah ada pesan-pesan tertentu yang ingin disampaikan dari pernyataan di billboard sepanjang film, apa yang mendasari Joko Anwar dan saya membuat film ini, sampai pertanyaan kepada Fachri Albar, apa trik yang dilakukan pada scene ”Christmas dinner” karena terlihat sangat nyata. Sesudah sesi tanya jawab, para penonton pun tetap antusias mengantri dengan sabar untuk berfoto dan meminta tanda tangan Marsha Timothy, Fachri Albar dan Joko Anwar.


Ada pula kesempatan TV interview oleh TV lokal FBS yang mewawancarai Joko Anwar, Marsha Timothy dan fachri Albar.



Walaupun perjalanan ke Fukuoka ini sangat singkat, namun kita masih berusaha untuk berjalan-jalan menikmati Fukuoka yang indah, dan tentu diisi dengan wisata kuliner,Fukuoka terkenal dengan makanannya, seperti; sashimi, uni, ama ebi, squid, abalone, daging Saga untuk Teppanyaki, dan Tempura yang kering dan garing. Dan yang menyenangkan adalah harga makanan di Fukuoka relatif lebih murah dibandingkan kota lain di Jepang seperti Kyoto, Osaka dan Tokyo.


Banyak sekali kuil indah disekitar Fukuoka, dan kami berkesempatan untuk mengunjungi satu kuil besar yang berada di daerah Dazaifu. Lokasinya sangat luas. Selain kuil, ada juga zen garden yang indah, dan juga ada pertokoan sepanjang jalan menuju kuil. Disitulah kami akhirnya menemukan toko souvenir “Arashi”, band Jepang yang sedang in saat ini, titipan teman kami. Sayangnya karena kesibukan masing-masing, kami harus kembali ke Jakarta pada tanggal 19 September, dan tidak berkesempatan menikmati film-film seleksi dari negara lain, juga tidak bisa menghadiri acara penutupan pada tanggal 22 September. Namun semangat kami untuk menghasilkan karya yang lebih baik terutama di film berikut Joko Anwar yaitu “Eksekutors” semakin menggebu.


Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Focus on Asia Fukuoka International Film Festival karena sambutan yang hangat dan penghargaan yang kalian berikan kepada hasil karya kami Pintu Terlarang yang dibuat dengan segenap jiwa dan hati oleh seluruh crew dan cast-nya. Semoga perfilman Indonesia dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang dihadapinya bisa semakin maju, dan terus menghasilkan karya-karya yang bisa membuat perfilman Indonesia bisa berada pada peta perfilman dunia.

Informasi lebih lanjut, silakan mention mbak Lala via Twitter di: @lalatimothy


- Tetap cintai Film Indonesia dulu, kini, dan nanti -

Cari Film Indonesia

Kami Kirimkan Posting Terbaru Melalui Email Anda:

Website Resmi OfficialfilmIndonesia.com