Jumat, 30 Juli 2010

Film Anak 2010

4 Film Anak tahun 2010

'MELODI'
Sutradara: Harry Dagoe Suharyadi

Produksi: Imajika Films, Gerilya Films & Dagoe Film Workshop, Produser/Penulis: Harry Dagoe Suharyadi
Casts: Emir Mahira, Nadya Amanda, Yasamin Jasem, Tengku Wikana, Djenar Maesa Ayu, Vety Vera, Daus Separo, Mario Maulana, Nadya Vella, Andre Hehanusa

Mulai di layar: 8 Juni 2010



Singkat Cerita
Mengenai perjuangan seorang anak piatu yang berbakat dalam bidang menyanyi, Ruli, namun kurang beruntung dalam keseharian hidupnya. Ia hidup dengan ayahnya yang tukang ojek dan adiknya Mili. Beruntung dia kenal dengan sahabat baru yang membantu mewujudkan mimpinya, Chika. Namun persahabatan mereka ditentang sang ibu lantaran ayah Ruli menyebabkan kecelakaan pada kaki ibu Chika. Perjuangan Ruli menuju kemenangan di lomba menyanyi yang menjadi alur utama dalam film ini.

Kesan Cerita
Perjuangan Ruli mewujudkan mimpinya seperti halnya film from zero to hero, bukanlah hal yang baru. Bila diperankan dengan pas, tentu masih menarik untuk disimak. Namun cast anak-anak yang memerankan karakter utama kurang dapat memberikan ekspresi yang diinginkan. Penyajian audisi menyanyi dan lomba juga disajikan biasa saja, dengan penggambaran juri yang hanya diam tanpa sepatah kata.

Kesan Gambar
Secara keseluruhan, gambar yang dihadirkan dalam film ini tidak konsisten memberikan warna yang enak dimata. Terkadang begitu cerah terang dan menyenangkan, khas untuk anak-anak. Terutama scenes yang diambil di tempat permainan anak-anak dan persawahan. Namun sering kali juga gambarnya terlalu redup, biasa dan seolah sedang menonton film lain. Khusus untuk poster, sungguh seperti digarap tergesa-gesa. Ibarat baru draft pertama desain, langsung di-approve.

Kesan Rasa

Sungguh tidak puas menyimak keseluruhan film ini, jika tak boleh dibilang kecewa. Mengingat nama yang cukup besar sebagai pembesutnya, penonton rasanya akan menaruh harapan besar sebelum muncul credit title penutup. Namun sekian puluh menit berlalu, tak cukup kuat menyampaikan pesan yang diinginkan.

62/100

- - - - -

'TANAH AIR BETA'
Sutradara: Ari Sihasale

Produksi: Alenia Pictures, Produser: Ari Sihasale, Penulis: Armantono
Casts: Alexandra Gottardo, Asrul Dahlan, Griffit Patricia, Yahuda Rumbindi, Lukman Sardi, Ari Sihasale, Robby Tumewu, Thessa Kaunang

Mulai di layar: 17 Juni 2010




Singkat Cerita
Kakak beradik Merry dan Mauro terpisah seiring dengan berpisahnya Indonesia dengan Timor Leste di tahun 1999. Merry hidup di NTT bersama sang ibu, Tatiana (Alexandra Gottardo) yang menjadi guru di tempat pengungsian. Sementara sang kakak tinggal di Timor Leste dengan paman. Di pengungsian, Merry mengenal sosok yatim piatu, Carlo yang nakal dan suka iseng. Perjalanan panjang dimulai saat Merry ingin mencari sang kakak di perbatasan.

Kesan Cerita
Kisah perpisahan 2 saudara dan petualangan untuk mencari keluarga yang hilang ini memberikan semangat penonton untuk menyelesaikan film ini. Akankah mereka bertemu akhirnya? Ini sudah cukup kuat untuk membuat kita betah menyelesaikan suguhan yang lumayang memanjakan mata melihat alam yang tak biasa ini.

Kesan Gambar
Lanskap yang sangat memanjakan mata. Pemandangan yang tak biasa, namun alami dan indah. Nuansa kering, panas, dan agak gersang menjadi unsur pemberi mood tersendiri dalam menikmati film ini.

Kesan Rasa
Permainan akting yang dirasakan natural dari setiap karakter utama dalam film ini meninggalkan kesan kuat setelah menonton film ini. Catatan khusus untuk Alexandra Gottardo yang secara fisik terlihat sangat beda dan total dalam perannya.

82/100

Recommended

- - - - -


'LASKAR CILIK'
Sutradara: Subakti Is

Produksi: Ganesa Perkasa Films, Produser: Mashal Kishore, Penulis: Shinta Rianasari Sh
Casts: Arsenna, Belinda Camesi, Ruddy Rene, Febi Febiola, Dolly Martin, Adinda Bonita, Fahmi Bo, Al, El, Dul

Mulai di layar: 24 Juni 2010




Singkat Cerita
Mengisahkan permusuhan yang berakhir menjadi persahabatan dalam sebuah petualangan dalam rangka penyelamatan sang ibu dari penculik.

Kesan Cerita
Hanya kehadiran Al, El dan Dul yang mampu mencuri perhatian di layar.

Kesan Gambar
Biasa saja dari segi pengambilan gambar tidak ada yang special dan patut dicatat. Penggarapan poster? Untuk pertengahan tahun 2010 rasanya ini bukan tipikal poster film.

Kesan Rasa
Disayangkan film anak digarap secara biasa saja seperti ini. Seandainya cerita difokuskan pada Al, El dan Dul mungkin film ini akan lebih menarik.

60/100

- - - - -

'OBAMA ANAK MENTENG'
Sutradara: John de Rantau

Produksi: MVP Pictures, Produser: Raam Punjabi, Penulis: Demian
Casts: Hasan Faruq Ali, Cara Lachelle, Eko Noah, Teungku Zacky, Yahuda Rumbindi

Mulai di layar: 1 Juli 2010




Singkat Cerita
Film ini mendokumentasikan sepenggal kisah hidup Obama semasa tinggal di Jakarta, dan bersekolah di SD Besuki, Menteng. Bagaimana ia tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, serta 2 sahabat anak sopir keluarga, pertentangan anak kampung dan kehidupan 'suka-sukaan' di sekolah.

Pembuatan film ini memang diinspirasi dari kehidupan masa cilik Obama dan rencananya akan premiere pada saat kedatangan Obama ke Indonesia. Namun kunjungan Obama yang sudah beberapa kali ditunda, akhirnya tetap berkeputusan batal. Batalnya kedatangan Obama tidak menyurutkan keinginan rumah produksi untuk tetap mengadakan premiere yang besar & megah di fX, Jakarta. Undangan sendiri banyak dihadiri oleh para expat, tamu dari kedutaan dari berbagai negara.

Kesan Cerita
Cerita masa kecil Obama di Indonesia dengan segala 'kompleksitas'-nya menjadikan seorang Obama yang sekarang ini, yang memahami perbedaan budaya, mampu bergaul dan memenangkan hati banyak orang. Namun dari segi cara bercerita, terutama sektor akting dari pemainnya kurang mampu meyakinkan penonton untuk menganggukkan kepala, dan berkata dalam hati, yaa dengan pengalaman masa kecil seperti itu, mampu menjadikan seorang Obama seperti yang dikenal saat ini. Kehadiran cerita sampiran, terutama Turdi sang pembantu juga lumayan jauh dari plot cerita utama. Disayangkan.

Kesan Gambar
Kesan awal tahun 70an yang diangkat dalam film ini lumayan membuat imajinasi penonton membayangan tengah hidup di masa seperti itu. Area artistik cukup menarik untuk diapresiasi atas usahanya menghadirkan suasana tahun 70an.

Kesan Rasa
Saat selesai menonton film ini, mungkin penonton akan merasakan hal seperti kenapa begitu, kenapa begitu, coba harusnya begini, coba harusnya begitu. Ya, secara tema, sebenarnya film ini cukup kuat untuk disajikan secara menarik. Namun secara eksekusi, banyak hal yang rasanya harus diperbaiki lagi. Akan tetapi, film sudah utuh selesai bukan? Atau adakah keinginan untuk re-make?

69/100

- - - - -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Film Indonesia

Kami Kirimkan Posting Terbaru Melalui Email Anda:

Website Resmi OfficialfilmIndonesia.com