Indonesian Feature Film Competition 2010
Dari 10 judul film pilihan IFFC, berikut 4 pemenangnya:
RT @jiffest:
[1] The winner of Best Film in IFFC 2010 is ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI by Deddy Mizwar
[2] The winner of Best Director in IFFC 2010 is Lola Amaria for her film MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK
[3] The winner of Special Jury Prize of IFFC 2010 is SANG PENCERAH by Hanung Bramantyo
[4] The winner of Audience Award IFFC 2010 is RUMAH DARA by the Mo Brothers
Congratulation to all winners!
See you on IFFC - JIFFEST 2011!
Tampilkan postingan dengan label Sang Pencerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sang Pencerah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Desember 2010
Senin, 20 September 2010
Film-Film September 2010, Bulan Box Office Tahun Ini?

Sepanjang Januari-Juli 2010, telah dirilis 51 judul film di bioskop Indonesia dengan rata-rata 5-9 judul film baru setiap bulannya. Khusus di bulan Agustus 2010, film Indonesia menorehkan satu catatan dalam perjalanan panjangnya. Tidak ada judul film baru yang tayang di layar bioskop!
Setelah vakum selama satu bulan, pecinta Film Indonesia langsung disuguhi 4 judul film baru pada 8 September 2010 dari berbagai macam genre. Sebut saja mulai dari genre komedi, drama musikal, film perang sampai genre biopic. Film-film yang digadangkan sebagai film libur lebaran ini dirilis tepat 2 hari sebelum Idul Fitri 1431 H. 'Sang Pencerah', 'Darah Garuda (Merah Putih II), 'Dawai 2 Asmara' dan 'Lihat Boleh Pegang Jangan'. 4 film dengan 4 karakter berbeda ini berebut hati penonton yang ingin merayakan 'kemenangan' setelah berpuasa 1 bulan Ramadhan, dan 'puasa' 1 bulan tanpa film Indonesia di layar bioskop. Moment yang paling ditunggu setiap tahunnya!
Dari tanggal 8 September, hingga tulisan ini di-upload, keempat film tersebut masih mendominasi layar bioskop. Semoga masih akan berkibar sampai pekan ke-3!
Dari segi pencapaian penonton, 'Darah Garuda' karya Yadi Sugandi & Connor Allyn mengklaim telah mencapai 700.000 penonton dalam 1 minggu penayangannya (via @detikhot). Sementara film 'Sang Pencerah' karya sutradara Hanung Bramantyo sampai hari ke-12, berhasil meraih 617.000 penonton (dari tweet official account @hanungbramantyo).
Memasuki pekan ke-3 bulan September, layar bioskop akan kembali diisi dengan karya sutradara misterius, Nayato, sekaligus dengan 2 filmnya pada tanggal 23 September 2010. Tercatat 'Pengantin Pantai Biru' dan 'Pocong Jumat Kliwon' akan ikut meramaikan persaingan di layar. Film ini merupakan film ke 9 dan 10 Nayato di tahun ini. Sungguh suatu eksistensi yang amat sangat produktif.
Kedua jenis film ini seolah meneruskan genre sejenis yang sudah 'terlalu terbiasa' dan sudah terlalu banyak menuai kontroversi. Namun ternyata sampai lewat medio 2010, film jenis 'seragam' ini masih diproduksi. Tinggal kebijakan penonton dalam mengambil keputusan, apakah tetap akan menonton film ini.
Di hari terakhir bulan ini, tepatnya 30 September 2010, akan dirilis karya terbaru Monty Tiwa dengan genre perang-komedi, 'Laskar Pemimpi'. Merupakan film perdana Project Pop dalam formasi lengkap, dan film terakhir yang dibintangi Shanty sebelum mundur dari industri dunia hiburan Agustus 2010 ini.
7 film yang dirilis bulan September, 7 genre yang berbeda. Siapa yang keluar sebagai pemenang?
Perkiraan sementara, 'Sang Pencerah' dan 'Darah Garuda' masih berebut menjadi yang paling box office tahun ini. Karena sepanjang Januari-Juli 2010, pencapaian terbesar baru diangka 500ribuan penonton yang diraih film '18+'.
September bisa jadi bulan Film Box Office 2010.
Siapa pemenangnya? Masih ada waktu untuk menunggu hasil akhir.

Tetap cintai film Indonesia dulu, kini & nanti
Selasa, 14 September 2010
Sharing Proses Kreatif dari Music Director 'Sang Pencerah'

Proses Pembuatan Musik Film (Film Scoring)
By : Tya Subiakto Satrio
By : Tya Subiakto Satrio
Sebenarnya saya adalah pemain "baru" dalam dunia musik perfilman, namun saya akan coba untuk berbagi tentang proses pembuatan musik film (film scoring) berdasarkan pengalaman saya.
Pada dasarnya, film scoring adalah proses akhir dari produksi sebuah film (post production). Seorang music director bekerjasama dg sutradara & penata suara. Biasanya sutradara meminta music director untuk membuat theme melody sesuai dengan karakteristik yg dibangun dari tokoh masing-masing pada saat pre production (awal produksi). Selain theme melody, biasanya sutradara & music director akan selalu bertukar pikiran (brainstorming) tentang konsep dari jenis musik atau instrument yg akan dipergunakan. Jika sutradara berbicara secara konsep visual (director's treatment), maka music director akan menerjemahkannya dalam musik. Dan untuk masalah teknis biasanya seorang music director berdiskusi dengan penata suara.
Dalam prosesnya, ada beberapa tahap yang harus dilalui dengan benar :
1. Picture Lock
Editing yg akan kita garap musiknya harus dalam keadaan lock (tidak berubah) dan editing telah dinyatakan selesai & disepakati oleh jajaran producer & sutradara.
Biasanya, seorang music director akan menerima picture lock berupa online cut. Online cut adalah editing yg sudah sangat final, termasuk 3D animasi apabila dikonsepkan seperti demikian. Namun apabila schedule produksi sangat padat, maka seorang music director menerima offline cut (editing yg benar-benar berasal dari hasil gambar shooting).
2. Proses Pembuatan Musik
Seorang music director harus melihat alur cerita dari awal sampai akhir. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana seorang music director memberikan dramatic impact pada setiap scene & menjembatani antara sequence satu dengan yang lainnya. Perlu diperhatikan bahwa theme melody atau konsep musik yg telah didiskusikan dengan sutradara di awal produksi (pre-production) diimplementasikan pada sequence yang telah kita tentukan ketika kita menonton picture lock. Biasanya beberapa komposisi musik setiap sequence tidak boleh berbeda agar menjadi satu konsep yang utuh. Contoh : untuk sequence action A warna musiknya tidak boleh jauh dari sequence action B, dan sebagainya.
Yang terpenting, musik berperan penuh dalam membangun emosi penonton (building up the audience mood).
3. Proses Akhir
Seperti musik biasa, musik film pun membutuhkan penyelarasan akhir (mixing). Mixing musik pun dilakukan oleh sound engineer yg telah ditunjuk oleh music director. Setelah mixing selesai, baru kita serahkan kepada penata suara utk dilakukan mixing & mastering dengan dialogue & SFX (sound effects).
Biasanya seorang music director mendiskusikan dahulu tentang pembagian track dengan penata suara. Hal ini sangat penting karena semua tergantung dari output yg dibutuhkan.; apakah film yg sedang dikerjakan akan diputar dalam bentuk stereo, ultra stereo, atau dolby system. Khusus untuk dolby system, kita harus menyediakan beberapa separate tracks (track yang terpisah dalam frequency yg berbeda).
Setelah kita menyiapkan musik kita yg telah dimixing (baik full tracks untuk stereo maupun separate tracks untuk dolby system), kita memasuki proses akhir, yaitu music spotting. Music spotting adalah penempatan akhir musik dalam suatu rangkaian picture lock. Dan tentu saja, music spotting ini harus berada di bawah supervisi sutradara. Setelah musik sudah lock (tidak ada perubahan lagi), maka proses final mixing & mastering diserahkan kepada penata suara.
Demikian proses pembuatan musik film (film scoring) secara singkat. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Pada dasarnya, film scoring adalah proses akhir dari produksi sebuah film (post production). Seorang music director bekerjasama dg sutradara & penata suara. Biasanya sutradara meminta music director untuk membuat theme melody sesuai dengan karakteristik yg dibangun dari tokoh masing-masing pada saat pre production (awal produksi). Selain theme melody, biasanya sutradara & music director akan selalu bertukar pikiran (brainstorming) tentang konsep dari jenis musik atau instrument yg akan dipergunakan. Jika sutradara berbicara secara konsep visual (director's treatment), maka music director akan menerjemahkannya dalam musik. Dan untuk masalah teknis biasanya seorang music director berdiskusi dengan penata suara.
Dalam prosesnya, ada beberapa tahap yang harus dilalui dengan benar :
1. Picture Lock
Editing yg akan kita garap musiknya harus dalam keadaan lock (tidak berubah) dan editing telah dinyatakan selesai & disepakati oleh jajaran producer & sutradara.
Biasanya, seorang music director akan menerima picture lock berupa online cut. Online cut adalah editing yg sudah sangat final, termasuk 3D animasi apabila dikonsepkan seperti demikian. Namun apabila schedule produksi sangat padat, maka seorang music director menerima offline cut (editing yg benar-benar berasal dari hasil gambar shooting).
2. Proses Pembuatan Musik
Seorang music director harus melihat alur cerita dari awal sampai akhir. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana seorang music director memberikan dramatic impact pada setiap scene & menjembatani antara sequence satu dengan yang lainnya. Perlu diperhatikan bahwa theme melody atau konsep musik yg telah didiskusikan dengan sutradara di awal produksi (pre-production) diimplementasikan pada sequence yang telah kita tentukan ketika kita menonton picture lock. Biasanya beberapa komposisi musik setiap sequence tidak boleh berbeda agar menjadi satu konsep yang utuh. Contoh : untuk sequence action A warna musiknya tidak boleh jauh dari sequence action B, dan sebagainya.
Yang terpenting, musik berperan penuh dalam membangun emosi penonton (building up the audience mood).
3. Proses Akhir
Seperti musik biasa, musik film pun membutuhkan penyelarasan akhir (mixing). Mixing musik pun dilakukan oleh sound engineer yg telah ditunjuk oleh music director. Setelah mixing selesai, baru kita serahkan kepada penata suara utk dilakukan mixing & mastering dengan dialogue & SFX (sound effects).
Biasanya seorang music director mendiskusikan dahulu tentang pembagian track dengan penata suara. Hal ini sangat penting karena semua tergantung dari output yg dibutuhkan.; apakah film yg sedang dikerjakan akan diputar dalam bentuk stereo, ultra stereo, atau dolby system. Khusus untuk dolby system, kita harus menyediakan beberapa separate tracks (track yang terpisah dalam frequency yg berbeda).
Setelah kita menyiapkan musik kita yg telah dimixing (baik full tracks untuk stereo maupun separate tracks untuk dolby system), kita memasuki proses akhir, yaitu music spotting. Music spotting adalah penempatan akhir musik dalam suatu rangkaian picture lock. Dan tentu saja, music spotting ini harus berada di bawah supervisi sutradara. Setelah musik sudah lock (tidak ada perubahan lagi), maka proses final mixing & mastering diserahkan kepada penata suara.
Demikian proses pembuatan musik film (film scoring) secara singkat. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
- Keep on music -
Tya Subiakto Satrio

Untuk pertanyaan lebih lanjut silakan contact:
Email : tyasubiakto@yahoo.com
Twitter : @tyasatrio1979
Langganan:
Postingan (Atom)