Sabtu, 05 Februari 2011

Rupa sebuah Film dari Personifikasi Pemain, Penulis, Sutradara dan Produser

PERUMPAMAAN PERSONIFIKASI SEBUAH FILM

Malam ini membaca 2 mention dari pencinta film yang sedang ramai berbagi quotes dari film Indonesia. Dua diantaranya menggambarkan sebuat perumpamaan. Kedua tweet tersebut adalah:

"Cinta itu seperti cappuccino, enak diminum wktu msh panas, tapi resikonya cepet habis." - #Heart2Heart (@dekapraditya)

"Kejujuran itu seperti eskrim, kalau tidak cepat dilahap, bakalan meleleh, hilang ditelan hawa panas" - Renata #AndaiIatahu (via @layarbesar)

Quote tersebut membuat saya terpikir untuk membuat perumpamaan atau personifikasi untuk sebuah film. Jika seandainya posisi pemain, penulis, sutradara dan produser diumpamakan adalah seorang manusia, maka personifikasi yang tepat untuk menggambarkan padanan mereka adalah: pemain sebagai mimik muka dan penampilan, penulis sebagai ucapan dan pikiran yang keluar dari mulut 'orang' tersebut, sutradara (dan kru film) sebagai indera yang menggerakkan 'orang' tersebut, dan terakhir produser, menggambarkan apa isi dompet 'orang' tersebut, modal membuat film dan hasil baliknya, untung atau rugi.

Bayangkan komposisi sempurna dari 4 bahan tersebut. Maka akan terbayang seseorang dengan paras yang sedap dipandang mata, berotak cerdas, bertutur kata dengan baik, gerak dan postur yang luwes, dan berkantong tebal. Itulah personifikasi jika seandainya suatu film didukung oleh pemain, penulis, sutradara dan produser yang hebat.

Seandainya, kita melihat ada film yang berjalan cerita tidak baik, asal-asalan, berarti tanggung jawab penulis yang membuat film tersebut tidak dapat diterima orang banyak. Jika dipersonifikasi, maka akan seperti melihat orang yang pikirannya tidak 'lurus'.

Menurut anda film apa saja yang paling sempurna dilihat dari sisi personifikasi.


by Mhf.

Rabu, 26 Januari 2011

"Tentang Ide" dari Garin Nugroho - tweet by @DikiUmbara

Tentang Ide
Tweet @DikiUmbara yang disarikan dari workshop Creative Media for Digital Film Making


Ide selalu menangkap gejala. - Garin Nugroho

Ide adalah sebuah gejala, dan kita menangkap untuk menuturkannya. - Garin Nugroho

Yang paling penting dari ide adalah nilai kompetitifnya. - Garin Nugroho

Dua hal penting dari pengembangan ide adalah Pengetahuan dan Keterampilan. Penciptaan lahir dari keindahan dan kegelapan. - Garin Nugroho

Ide itu upaya membaca ke depan. - Garin Nugroho

Tak masalah jika ide kita dianggap jelek, yang penting kita tahu tujuan dari ide itu. - Garin Nugroho

Dalam berkarya (kolektif) anda tak perlu teman, tapi perlu tim!. - Garin Nugroho

Ide itu seperti bibit yang anda harus tahu akan ditanam dimana. - Garin Nugroho

Dalam ide ada 2 aspek, yakni manajemen kreatif dan ekonomi, dan kita sebagai sumberdaya ada diantaranya. - Garin Nugroho

Ide itu selalu nakal, selalu mengguncangkan. - Garin Nugroho

Mendeskripsikan ide itu kadang jauh lebih penting dari ide itu sendiri. - Garin Nugroho

Tidak pernah ada ide yang diambil oleh orang lain, mungkin yang ada adalah hanya sebagian. - Garin Nugroho

Cari Film Indonesia

Website Resmi OfficialfilmIndonesia.com