Sabtu, 05 Maret 2011

SKANDAL "Selingkuh Membawa Bencana" - Mulai 24 Maret 2011


SKANDAL "SELINGKUH MEMBAWA BENCANA“

Mischa (Ulia Auliani) bersama sang suami Aron (Mike Lucock) dan anaknya Michael awalnya adalah keluarga bahagia, yang pindah ke Jakarta karena tuntutan pekerjaan sang suami. Mischa mencari kesibukan dengan membuka toko menjual alat-alat diving. Namun kesepian mulai melanda Mischa karena kesibukan suami, ditambah lagi kecemburuan Mischa terhadap sekretaris suaminya.

Disaat kejenuhan menjalani kehidupan rumah tangganya dengan Aron, tiba-tiba muncul kembali Vincent (Mario Lawalata) mantan kekasih Mischa. Pertemuan mereka berlanjut menjadi sebuah perselingkuhan.

Perselingkuhan ini membuat Mischa kembali menemukan kebahagiaan yang selama ini hilang. Ternyata “hubungan” itu membuat lalai akan tugasnya sebagai seorang Ibu, dan akhirnya membuat Mischa menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk mempertahankan perkawinan dan keluarganya.

Namun keputusan itu menjadi sebuah mimpi buruk saat Vincent bersikeras untuk meneruskan hubungan dan melakukan terror terhadap keluarga Mischa, berbagai usaha dilakukan Vincent memenangkan kembali cinta lamanya. Apa yang akan terjadi? Saksikan ketegangan dari romantisme dari perselingkuhan film “Skandal” ini pada 24 Maret 2011 diseluruh Bioskop Indonesia.

CAST
Uli Auliani | Mischa
Istri muda cantik, kaya dan memiliki keluarga yang harmonis, namun sering ”labil” menjalani rumah tangga karena kesibukan sang suami, yang sering membuatnya cemburu dan suka berpikiran buruk.

Mario Lawalata | Vincent
Seorang professional fotografer yang mengerti akan “kebutuhan” wanita. Mario harus mampu memerankan tokoh sebagai pria yang mampu menenangkan dan membahagiakan istri yang kesepian. Namun dibalik itu, Mario memiliki sisi yang lain yaitu pria psikopat yang akan melakukan apa saja untuk memuaskan keinginannya

Mike Lucock| Aron
Suami yang sangat mencintai keluarga dan pekerjaanya. Tanpa disadari kesibukan nya dalam bekerja, menjauhkannya dari sang istri dan anaknya. Namun tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki rumah tangga bukan? Dia tidak akan pernah membiarkan istrinya jatuh ke tangan orang lain.

Producer : GOBIND PUNJABI
Executive Producer : RAJESH PUNJABI
Sutradara : JOSE PEORNOMO
Skenario : JOSE POERNOMO
Pemain :
Uli Auliani : Mischa
Mario Lawalata : Vincent
Mike Lucock : Aron
Gerry Iskak, Febriyani Ferdzille, Laras (FHM)

Genre : Drama Thriller
Rilis : 24 Maret 2011
Durasi : 83 menit
Produksi : Sentra Film





Sabtu, 05 Februari 2011

Rupa sebuah Film dari Personifikasi Pemain, Penulis, Sutradara dan Produser

PERUMPAMAAN PERSONIFIKASI SEBUAH FILM

Malam ini membaca 2 mention dari pencinta film yang sedang ramai berbagi quotes dari film Indonesia. Dua diantaranya menggambarkan sebuat perumpamaan. Kedua tweet tersebut adalah:

"Cinta itu seperti cappuccino, enak diminum wktu msh panas, tapi resikonya cepet habis." - #Heart2Heart (@dekapraditya)

"Kejujuran itu seperti eskrim, kalau tidak cepat dilahap, bakalan meleleh, hilang ditelan hawa panas" - Renata #AndaiIatahu (via @layarbesar)

Quote tersebut membuat saya terpikir untuk membuat perumpamaan atau personifikasi untuk sebuah film. Jika seandainya posisi pemain, penulis, sutradara dan produser diumpamakan adalah seorang manusia, maka personifikasi yang tepat untuk menggambarkan padanan mereka adalah: pemain sebagai mimik muka dan penampilan, penulis sebagai ucapan dan pikiran yang keluar dari mulut 'orang' tersebut, sutradara (dan kru film) sebagai indera yang menggerakkan 'orang' tersebut, dan terakhir produser, menggambarkan apa isi dompet 'orang' tersebut, modal membuat film dan hasil baliknya, untung atau rugi.

Bayangkan komposisi sempurna dari 4 bahan tersebut. Maka akan terbayang seseorang dengan paras yang sedap dipandang mata, berotak cerdas, bertutur kata dengan baik, gerak dan postur yang luwes, dan berkantong tebal. Itulah personifikasi jika seandainya suatu film didukung oleh pemain, penulis, sutradara dan produser yang hebat.

Seandainya, kita melihat ada film yang berjalan cerita tidak baik, asal-asalan, berarti tanggung jawab penulis yang membuat film tersebut tidak dapat diterima orang banyak. Jika dipersonifikasi, maka akan seperti melihat orang yang pikirannya tidak 'lurus'.

Menurut anda film apa saja yang paling sempurna dilihat dari sisi personifikasi.


by Mhf.

Cari Film Indonesia

Website Resmi OfficialfilmIndonesia.com